RMco.id  Rakyat Merdeka - Menteri Kesehatan Ukraina Maksym Stepanov mengaku positif Covid-19 pada Sabtu (14/11) kemarin.

Info itu disampaikan Stepanov, setelah ia mengumumkan rekor jumlah kasus harian Covid-19. Dalam 24 jam, tercatat kasus baru sebanyak 12.524. Atau terpaut 737 angka dibanding data Jumat (13/11), yang hanya berjumlah 11.787.

Saat ini, jumlah kasus positif Covid di Ukraina telah mencapai 525.176, dengan 9.508 angka kematian. "Ini adalah perang. Setiap hari, virus merenggut nyawa warga Ukraina," ujar Stepanov dalam siaran TV, seperti dikutip Reuters.

Berita Terkait : Fokus Perang Lawan Covid

Melalui pesan Telegram, Stepanov mengabarkan, dirinya telah berusaha disiplin menjalankan protokol kesehatan, untuk mencegah Covid-19.

"Saya sudah berhati-hati dan mengikuti semua aturan, untuk mencegah Covid-19. Namun hari ini, saya dinyatakan positif Corona," ungkap Stepanov, yang mengaku akan tetap bekerja jarak jauh.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky yang juga positif Covid, kini masih menjalani perawatan di RS.

Berita Terkait : Puskesmas Ciracas Mulai Suntikkan Vaksin Covid-19 Ke Tenaga Kesehatan

Kasus positif Covid yang meningkat sejak September lalu, mendorong pemerintah Ukraina untuk menerapkan lockdown nasional pada akhir pekan. Demi menekan laju penyebaran virus.

Namun, otoritas di sejumlah kota menolak, karena khawatir membuat situasi ekonomi menjadi lebih buruk.

Menyikapi hal ini, pada Jumat (13/11), Perdana Menteri Denys Shmygal mengatakan, keputusan pemerintah bersifat mengikat.

Berita Terkait : Mantan Menteri BUMN Dahlan Iskan Positif Covid-19

Sementara Stepanov mengatakan, langkah-langkah tersebut dapat membantu mempertahankan sistem kesehatan di Ukraina.

"Apabila kita mengurangi penyebaran Covid dalam dua hari ini (akhir pekan ini, Red), kita akan menurunkan beban sistem kesehatan kita," tuturnya.

Lockdown akhir pekan di Ukraina berlaku mulai 14-30 November 2020. Sebagian besar aktivitas bisnis dibatasi. Kecuali toko kelontong, apotek, rumah sakit, dan transportasi. [HES]