RMco.id  Rakyat Merdeka - Penduduk Selandia Baru mengulurkan tangan kepada umat Islam di lingkungan mereka pasca penembakan massal di 2 masjid yang menewaskan 49 orang. Penduduk negeri kiwi itu jadi relawan kebaikan. Beberapa menawarkan tumpangan ke toko kelontong atau secara sukarela berjalan bersama tetangga Muslim mereka jika merasa tidak aman.

Dalam forum online, orang-orang mendiskusikan pembagian makanan Muslim ketika mereka bersiap untuk mengantar makanan bagi mereka yang terkena dampak penembakan itu.

Baca Juga : Menteri Sri Mulyani Usul Pemda Disuntik Insentif

Perdana Menteri Jacinda Ardern menyebut penembakan itu sebagai salah satu hari paling gelap di Selandia Baru. Dia juga mengatakan, penembak yang merupakan warga negara Australia telah memilih untuk menyerang di Selandia Baru karena negara itu mewakili keragaman, kebaikan, kasih sayang.

Ardern mengatakan 39 orang yang selamat masih dirawat di rumah sakit hari Sabtu dengan 11 orang terluka parah. Tetapi update datang cukup lambat. Karena itu banyak keluarga masih menunggu berita tentang orang yang mereka cintai yang hilang.

Baca Juga : Telkomsel Luncurin Paket Data Terjangkau Untuk Perguruan Tinggi

“Cinta selalu menang atas kebencian. Banyak cinta untuk saudara-saudara Muslim. Kami membaca kartu tulisan tangan di dinding bunga di bagian bersejarah kota yang membentang satu blok penuh,” ujar PM Ardern dikutip dari AP, Sabtu (16/3).

Sekalipun begitu, tetap saja umat Muslim disarankan untuk menjauh dari masjid. Peringatan keamanan negara itu juga tetap berada di tingkat tertinggi kedua, sehari setelah penembakan paling mematikan dalam sejarah Selandia Baru modern itu.
 Selanjutnya