RMco.id  Rakyat Merdeka - Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI) menggelar Global Town Hall (GTH) 2020, Jumat (20/11). Acara membahas sejumlah solusi untuk masa depan pasca pandemi Covid-19.

Sejumlah pembicara dari kalangan pejabat tinggi negara sahabat ikut memberikan ide kepada peserta secara virtual. Selain dari Indonesia, acara tersebut juga melibatkan sejumlah pejabat dan ahli dari berbagai negara di dunia seperti China, Ethiopia, Korea Selatan, Amerika Serikat, dan organisasi dunia.

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, mewakili Presiden Jokowi, membuka acara yang ditonton secara live streaming. Dalam paparannya, Retno menegaskan perlunya kepemimpinan yang kuat dan komitmen semua pihak untuk mengatasi pandemi global Covid-19.

Berita Terkait : Kasus Positif Pecah Rekor, Menkes Ukraina Kena Covid

"Hingga pagi ini, lebih dari 53 juta orang telah terinfeksi Covid-19. Dan lebih dari 1,3 juta orang telah kehilangan nyawa," ujar Retno.

Dia mengatakan, pandemi Covid-19 dibahas tidak hanya di forum lokal dan internasional. Tapi, juga dalam pertemuan tingkat tinggi yang dihadiri para menteri dan petinggi negara.

Dalam pertemuan sekelas KTT APEC, G20, dan ASEAN membahas jalan keluar efektif untuk memberantas Virus SARS CoV-2 bersama. Retno menyebut, pertemuan-pertemuan itu sebagai tanda yang baik, di tengah pandemi Virus Corona yang masih melanda sebagian besar wilayah di dunia saat ini. 

Berita Terkait : Pemerintah Siapkan Rp 34,23 Triliun Untuk Vaksin Covid-19

"Semua negara, terus berusaha sekuat tenaga, dalam membuat dunia menjadi tempat tinggal yang lebih baik," ujar Retno. "Kita semua hidup di planet yang sama, kita menghirup udara yang sama, kita saling berhubungan satu sama lain," lanjutnya. 

Sementara itu, Menteri Luar Negeri China Wang Yi menyampaikan bahwa dampak Covid-19 ditambah dengan perubahan besar yang tak terlihat selama berabad-abad membawa kondisi global ke era baru. "Seperti solidaritas global pun terlihat. Kita bersama bekerja keluar dari masalah bersama," ujar Wang Yi. "Tidak ada yang bisa menghindari krisis, dan kita semua menghadapi ini bersama-sama," imbuhnya. 

Wang Yi juga menyatakan, China, yang pertama kali menghadapi kasus infeksi hingga kesuksesan menangani Covid-19, akan terus meningkatkan kekuatannya dalam kerja sama global untuk krisis. "Kami (China) akan terus memberikan dukungan sistem kepada negara dan kawasan yang membutuhkan dan menyampaikan komitmen serius kami untuk menjadikan vaksin Covid-19 barang publik global," janjinya.

Baca Juga : Australia Dukung Penyebaran Informasi Kredibel Seputar Covid-19

Sebelumnya, dalam press briefing virtual, pendiri FPCI Dino Patti Djalal mengatakan bahwa penyelenggaraan Global Town Hall 2020 berupaya untuk membangun kembali dunia di tengah pandemi Covid-19. "Dalam acara ini FPCI bekerja sama dengan 18 Think tank dunia yang prestisius dan tujuan dari kolaborasi ini agar bisa ditonton di berbagai negara," ujar Dino Patti Djalal.

Sekitar 7.500 peserta dari 65 negara telah mendaftar untuk mengikuti GTH 2020. GTH 2020 mengangkat tema besar Rebuilding from the Covid-19 World. Tujuan dari diselenggarakannya Global Town Hall 2020 adalah untuk membahas keadaan dunia yang dilanda krisis Covid-19, mengevaluasinya, membicarakan tantangan kebijakan, dan pelajaran apa saja yang didapat.

Selain itu, forum ini mengumpulkan ide-ide untuk masa yang akan datang. Terutama dalam hal bagaimana membangun kembali dunia dalam aspek ekonomi, sosial, lingkungan, diplomatik, dan bahkan geopolitik. GTH 2020 juga diharapkan mampu menjadi suatu festival diplomasi. [DAY]