RMco.id  Rakyat Merdeka - Kerja sama dan kolaborasi diperlukan menghadapi tantangan yang kini dihadapi masyarakat global. Terutama dalam menghadapi pandemi global Covid-19.

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengatakan, tiga tantangan utama yang dihadapi masyarakat global saat ini. Meski tiga hal tersebut berbeda, menurutnya  semua saling berhubungan.

"Kita tidak bisa memecahkan masalah itu satu persatu. Karena waktu terus berjalan. Kita harus bisa menyelesaikannya dalam satu kesempatan," kata Retno, dalam acara virtual Global Town Hall (GTH) 2020 yang diselenggarakan Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI), Jumat (20/11). Tiga hal itu yakni:

Berita Terkait : Pemanfaatan TIK oleh Masyarakat dengan Cerdas, Kreatif dan Produktif

1. Pandemi Covid-19. Menlu Retno bercerita, saat pertama kali bergabung dengan Kementerian Luar Negeri (Kemlu), 34 tahun lalu, tak pernah ia membayangkan, diplomat juga membahas isu kesehatan secara detail.

Dan tahun ini, dia mengaku belajar banyak terkait hal itu. Retno mengaku belajar banyak tentang vaksin, hingga soal diagnosis. Bahkan, dia terbiasa berdiskusi soal kesehatan dengan anaknya yang seorang dokter.

Dari situ, lanjutnya, timbul pertanyaan, apakah saat ini dunia memberikan layanan yang cukup. Termasuk dalam hal vaksin untuk semuanya. Di satu sisi, negara-negara maju memiliki banyak sumber daya saat harus menghadapi keadaan darurat. Di sisi lain, bagaimana dengan negara-negara berkembang? Atau negara belum berkembang?

Baca Juga : BPK Dan OJK Perlu Gelar Audit Khusus Cegah Korban Jiwasraya

Retno mengingatkan, soal isu yang akan dibawa Indonesia dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 nanti. Kata dia, Presiden Joko Widodo akan mengingatkan lagi soal solidaritas bersama. Terutama negara-negara yang sudah maju.

Mantan Duta Besar (Dubes) Indonesia untuk Belanda itu mengutip pernyataan Direktur Jenderal (Dirjen) Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus, terkait vaksin.

Kata Retno, Tedros bilang, vaksin akan diprioritaskan pada semua orang. "Karena ini bukan hanya penting bagi kesehatan publik. Tapi juga bagi ekonomi," tegas Retno.

Baca Juga : Retno Dorong Pertumbuhan Ekonomi Yang Aman Di Tengah Pandemi

Di dunia yang saling terhubung saat ini, sambungnya, jika ada negara yang memiliki pendapatan sangat rendah tidak mendapatkan akses pada vaksin, maka virus ini akan terus membunuh orang. Dan pemulihan ekonomi akan tertunda.

"Makanya, akses vaksin yang berkeadilan dan juga murah vaksin adalah hal yang sangat vital," ujarnya.
 Selanjutnya