RMco.id  Rakyat Merdeka - Inggris berniat melarang penjualan mobil dan van yang menggunakan bensin dan diesel mulai 2030, lima tahun lebih awal dari yang direncanakan sebelumnya.

Ini adalah bagian dari 'Revolusi Hijau' seperti yang dikatakan Perdana Menteri Boris Johnson untuk mengurangi emisi hingga nol pada 2050.

Kritikus Inggris mengatakan negara itu telah mengalokasikan 4 miliar poundsterling (Rp 75 triliun) untuk melaksanakan 10 poin upaya revolusi industri hijau di Inggris.

Menteri Bisnis Inggris Alok Sharma mengatakan 4 miliar poundsterling itu adalah bagian dari paket investasi publik, sementara akan ada 12 miliar poundsterling (Rp 80 triliun) yang akan membantu mendatangkan tiga kali lipat uang dari sektor swasta.

Berita Terkait : Mulai Kamis, Inggris Lockdown Lagi Selama 4 Minggu

Dia mengungkap uang itu juga akan membuka 250 ribu lapangan pekerjaan di beberapa wilayah di Inggris.

10 poin yang ingin direalisasikan Inggris dalam upaya revolusi industri hijau antara lain pemanfaatkan angin lepas di pantai. Angin pantai akan menghasilkan 40 gigawatt untuk listrik rumah di Inggris. Rencana ini akan membuka 60 ribu lapangan pekerjaan.

Kedua, pemanfaatan hidrogen. Pada 2030 Inggris diprediksi memiliki lima gigawatt kapasitas produksi hidrogen rendah karbon. Hidrogen ini akan bermanfaat untuk industri, transportasi, listrik, dan rumah.

Ketiga, energi nuklir yang rencananya sebagai sumber besih dan menyediakan pembangkit nuklir besar, serta reaktor nuklir kecil canggih.

Baca Juga : Pertamina EP Dan Elnusa Tuntaskan Pasang SPM Sukowati Field

Penyediaan energi nuklir akan membuka 10 ribu lapangan kerja. Keempat Inggris akan berhenti menjual mobil berbahan bakar diesel dan bensin untuk mempercepat transisi ke kendaraan listrik.

Kelima, Inggris akan menjadikan bersepeda dan berjalan kaki sebagai cara yang lebih menarik untuk bepergian dan berinvestasi dalam transportasi umum tanpa emisi untuk masa depan.

Keenam, akan mendukung proyek penelitian untuk pesawat dan kapal tanpa emisi. Ketujuh menjadikan rumah, sekolah, dan rumah sakit lebih hijau, lebih hangat, dan lebih hemat energi, termasuk menargetkan memasang 600 ribu pompa panas setiap tahun pada 2028.

Kedelapan mengembangkan teknologi terdepan di dunia untuk menangkap dan menyimpan emisi berbahaya dari atmosfer, dengan target untuk menghilangkan 10 juta ton karbon dioksida pada 2030 setara dengan semua emisi Humber industri.

Baca Juga : Satgas Covid: Warga Tebet, Petamburan, Dan Megamendung Harus Segera Tes PCR

Kesembilan, melindungi dan memulihkan lingkungan alam, dengan rencana menanam 30 ribu hektar pohon setahun.

Terakhir, mengembangkan teknologi mutakhir dan menjadikan Kota London sebagai pusat global keuangan hijau. [DAY]