RMco.id  Rakyat Merdeka - Menteri Luar (Menlu) Negeri China, Wang Yi dan Menlu Australia Marisa Payne kompak membahas penanganan pandemi Covid-19. Meski kondisi hubungan kedua negara sedang dingin.

Keduanya hadir dalam acara Global Town Hall (GTH) 2020 dengan tema besar “Rebuilding from the Covid-19 World”. Tujuannya, membahas keadaan dunia yang dilanda krisis Covid-19, mengevaluasi, membicarakan tantangan kebijakan dan pelajaran apa saja yang didapat, serta mengumpulkan ide-ide membangun kembali dunia dalam aspek ekonomi, sosial, lingkungan, diplomatik hingga geopolitik.

GTH 2000 ini diselenggarakan Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI) yang didirikan diplomat mantan Wakil Menlu dan Dubes RI di Amerika Serikat Dino Patti Djalal. Tak kurang dari 7.500 peserta dari 65 negara hadir dalam diskusi virtual selama 15 jam itu, kemarin.

Baca Juga : Anak Dan Mantu Rizieq Shihab Tak Hadiri Panggilan Polisi

Selain Payne dan Wang Yi, hadir juga narasumber Menlu RI Retno Marsudi, Menlu Rusia Sergei V Lavrov, Menlu India Subrahmanyam Jaishankar, dan Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO)I Tedros Adhanom Ghebreyesus.

Dalam pembukaan, Retno mewakili Presiden Joko Widodo membuka acara yang ditonton secara live streaming itu. Dalam paparannya, Retno menegaskan perlunya kepemimpinan yang kuat dan komitmen semua pihak untuk mengatasi pandemi global Covid-19.

Mantan Dubes RI untuk Belanda itu mendorong kerja sama dan kolaborasi. “Hingga pagi ini lebih dari 53 juta orang telah terinfeksi Covid-19 dan lebih dari 1,3 juta orang telah kehiangan nyawa,” ujarnya.

Baca Juga : Top, Inalum Pertahankan Produksi 8 Juta Ton Di Masa Pandemi

Retno mengatakan, pandemi Covid-19 dibahas tidak hanya di forum lokal dan internasional, tapi juga dalam pertemuan tingļæ¾kat tinggi yang dihadiri para menteri dan petinggi negara. Dalam pertemuan sekelas KTT APEC, G-20 dan ASEAN, turut dibahas jalan keluar yang efektif untuk memberantas Virus SARS CoV-2 itu.

“Semua negara terus berusaha sekuat tenaga membuat dunia menjadi tempat tinggal yang lebih baik,” ujarnya.

“Kita semua hidup di planet yang sama. Kita menghirup udara yang sama. Kita saling berhubungan satu sama lain,” lanjutnya.

Baca Juga : Kunker Ke Belanda, Kepala BKPM Jelaskan Manfaat UU Cipta Kerja Bagi Investor Asing

Peserta lainnya, Menteri Luar Negeri China Wang Yi menyampaikan dampak Covid-19 memunculkan solidaritas global. “Kita bersama bekerja keluar dari masalah bersamaI,” ujarnya.

“Tidak ada yang bisa menghindari krisis. Kita semua menghadapi ini bersama-samaI” imbuhnya.

Wang Yi juga menyatakan bahwa China yang pertama kali menghadapi kasus infeksi hingga kesuksesan menangani Covid-N9I akan terus meningkatkan kekuatannya dalam kerja sama global untuk mengatasi krisis ini.
 Selanjutnya