RMco.id  Rakyat Merdeka - Inspektur Naila Hassan, Perwira polisi Muslim berpangkat tertinggi di Selandia Baru menahan tangis ketika menyampaikan pesan yang sangat menyentuh hati soal tragedi Christchurch. Berbicara di pusat kota Auckland, Aotea Square, Naila mengatakan: dia bangga menjadi seorang muslim dan seorang pemimpin di Kepolisian Selandia Baru.

Naila berbicara kepada ribuan orang yang berkumpul untuk menunjukkan solidaritas terhadap Muslim di Lapangan Aotea setelah dua masjid Christchurch menjadi sasaran penembakan Bento Tarrant (28), Jumat (15/3). Naila  mengatakan telah dilakukan peningkatan kehadiran polisi di sekitar masjid dan pusat-pusat Islamic Center.

Baca Juga : PDIP All Out Lawan PKS

“Ini adalah pesan pencegahan untuk memastikan keselamatan saudara-saudari kita dan komunitas kita di sekitar Selandia Baru,” kata Naila, dilansir Stuff.co.nz..

“Saya bangga menjadi seorang Muslim dan saya seorang pemimpin di Kepolisian Selandia Baru dan saya sangat sedih dengan peristiwa yang terjadi di Christchurch,” katanya.

Baca Juga : Pemerintah Beri Angin Segar Ke Dunia Usaha

Korban insiden Jumat lalu meningkat. Menurut kepolisian Selandia Baru, Ahad (17/3) korban tewas dari penembakan massal di Masjid Al Noor dan Islamic Center Linwood, meningkat menjadi 50. "Jenazah korban ke-50 ditemukan di masjid Al Noor, tempat sebagian besar korban tewas ketika petugas para pejabat jenazah Sabtu," kata Komisaris Polisi Selandia Baru, Mike Bush.

Nama-nama korban tidak dipublikasikan. Daftar awal para korban telah dibagikan dengan keluarga. Menurut Bush Jenazah mereka belum dievakuasi. Sementara itu, jumlah terluka juga meningkat menjadi 50. Menurut Kepala RS Christchurch Greg Robertson, di antara mereka, 34  dirawat biasa di Rumah Sakit Christch, sedangkan 12 dalam kondisi kritis. Dia juga mencatat, gadis cilik berusia 4 tahun yang dipindahkan ke Rumah Sakit Starship di Auckland masih dalam kondisi kritis.

Baca Juga : Soal Pembubaran 18 Lembaga, Ombudsman Usul Jokowi Evaluasi BLU

“Saya tahu ini adalah waktu yang sangat menyedihkan bagi komunitas Muslim  khususnya, dan untuk semua orang di komunitas kami,” tambahnya. “Kami ingin meyakinkan semua orang bahwa kami melakukan segala yang kami bisa untuk memastikan para korban serangan diperlakukan dengan sangat hormat,” pungkasnya. [MEL]