Menhub Ethiopia Tegaskan Ada Kemiripan Antara Tragedi Ethiopian Airlines Dan Lion Air

Black box Ethiopian Airline ET 302 dibawa ke Kantor Agen Investigasi Kecelakaan Udara Prancis (BEA) pada Jumat (15/3).  (Foto: REUTERS/Philippe Wojazer)
Klik untuk perbesar
Black box Ethiopian Airline ET 302 dibawa ke Kantor Agen Investigasi Kecelakaan Udara Prancis (BEA) pada Jumat (15/3). (Foto: REUTERS/Philippe Wojazer)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Informasi awal dari analisis black box FDR dan CVR, menunjukkan adanya kesamaan yang nyata antara kecelakaan yang dialami Ethiopian Airlines ET 302 di Addis Ababa pada Minggu (10/3), dengan musibah Lion Air JT 610 yang jatuh di perairan Tanjung Karawang, Jawa Barat, 29 Oktober 2018.

Pertama, pesawat yang digunakan sama-sama berjenis Boeing 737 Max 8. Kedua, kecelakaan terjadi setelah lepas landas, setelah pilot mengabarkan adanya masalah kontrol penerbangan. Masalah software dan sensor penerbangan, diduga menjadi kontributor utama dalam kecelakaan tersebut. Analisis terhadap kedua jenis black box itu dilakukan oleh Agen Investigasi Kecelakaan Penerbangan Prancis (BEA).  

Baca Juga : Jakarta Diminta Nyontek Singapura dan Tokyo

"Kami bersyukur, black box Ethiopian Airlines ET 302 ditemukan dalam kondisi yang bagus. Sehingga, memudahkan kami untuk mempelajari data-data yang terekam," ujar Menteri Transportasi Ethiopia Dagmawit Moges kepada pers, seperti dikutip AP, Minggu (17/3) malam waktu setempat. 

Moges menambahkan, hasil rinci laporan investigasi atas kecelakaan Ethiopian Airlines yang menewaskan 157 orang itu akan dirilis sebulan kemudian. 

Baca Juga : Semoga Virus Corona Nggak Nyebar Via Transportasi Publik

Dalam prosesi pemakaman yang berlangsung Minggu (17/3), keluarga korban tampak diliputi duka yang mendalam. Prosesi pemakaman itu dilakukan sehari setelah pihak berwenang mengirimkan kantong-kantong berisi 1 kg tanah hangus dari lokasi jatuhnya pesawat, karena mayoritas jasad korban hangus terbakar. Identifikasi atas jenazah yang berhasil dikumpulkan, diperkirakan memerlukan waktu lebih dari 6 bulan. [HES]