RMco.id  Rakyat Merdeka - Sekitar 3.000 orang melakukan aksi damai 'March for Love' di kawasan Christchurch, Selandia Baru, Sabtu (23/3) pagi ini, untuk memperingati 50 orang yang tewas dalam tragedi Shalat Jumat di Masjid Al Noor dan Linwood, Jumat (15/3) pekan lalu.

Baca Juga : Benny Tomasoa Apresiasi Keputusan PSSI Batalkan Kompetisi Liga 1 2020

Rombongan aksi damai tersebut membawa sejumlah papan yang antara lain bertuliskan, "Dia ingin memecah-belah kami. Tapi dia justru membuat kami lebih kuat", "Selamat datang Muslim, Tak Ada Tempat Untuk Para Rasis", dan "Kia Kaha" yang berarti tetaplah kuat (bahasa Maori, red). Mereka berjalan dalam diam. Sayup-sayup, terdengar lagu hymne perdamaian Maori.

Baca Juga : Pemerintah Prancis Minta Warganya Tinggalkan Masker Kain

"Kebencian hanya membawa kegelapan seperti ini. Obatnya hanyalah cinta. Dengan cinta, kota ini akan bersinar meninggalkan kegelapan," ujar Manaia Butler, siswa berusia 16 tahun yang turut mengorganisir kegiatan ini.

Baca Juga : PUPR Targetkan Triwulan I Bisa Serap 20 Persen Anggaran

Dengan penjagaan ketat polisi, Masjid Al Noor yang menjadi saksi tewasnya 40 korban tak berdosa oleh rasisme kulit putih Brenton Harrison Tarrant, mulai dibuka kembali pada Sabtu (23/3) ini.
 Selanjutnya