Donasi Global Kumpulkan Rp 105 Miliar Untuk Keluarga Korban Tragedi Christchurch

Klik untuk perbesar
Warga sekitar Christchurch memberikan karangan bunga di depan halaman dua masjid tempat insiden penembakan terjadi pekan lalu. (Foto : AP).

RMco.id  Rakyat Merdeka - Teror penembakan massal yang menewaskan 50 orang di dua masjid Christchurch, Selandia Baru, telah menggerakkan hati seluruh penduduk dunia untuk berdoa dan memberi sumbangan.

Dilansir AFP, lebih dari 10,8 juta dollar Selandia Baru atau sekitar Rp 105 miliar kini telah terkumpul untuk membantu keluarga dari para korban tewas.

Situs penggalangan dana GiveaLittle.co.nz telah menerima lebih dari 8,2 juta dolar Selandia Baru yang berasal dari 91.000 donatur hingga kemarin.

Baca Juga : Asyik, Commuterline Lintas Bekasi Kembali Ditambah

Sementara itu, situs pengumpulan donasi global yang berfokus pada muslim, LaunchGood. com, telah menjaring sekitar 2,5 juta dolar Selandia Baru yang berasal dari 40.000 donatur.

Sebelumnya, seorang remaja laki-laki berusia 17 tahun, Will Connolly, asal Australia kini dijuluki “egg boy”, juga ingin menyumbangkan donasi yang dikumpulkan untuk dirinya.

Dia menjadi sorotan dunia setelah menimpuk kepala Senator Fraser Anning dengan telur saat wawancara dengan wartawan.

Baca Juga : MPR Anggap Pro-Kontra Amandemen UUD Wajar

Para penggemarnya kemudian meluncurkan laman GoFundMe untuk remaja tersebut. Namun, Will justru menginginkan agar uang itu diberikan kepada para korban penembakan massal di masjid di Christchurh.

Penembakan yang terjadi pada 15 Maret 2019 ketika jemaah sedang salat Jumat telah mengejutkan dunia dan memicu kengerian global. Sejak itu, penduduk Selandia Baru meresponsnya dengan mencurahkan dukungan bagi komunitas muslim di “Negeri Kiwi”.

Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern mengatakan, negara akan menanggung biaya pemakaman bagi 50 korban dan biaya pemulangan anggota keluarga korban ke rumah masing-masing.

Baca Juga : Batik Air Resmikan Rute Timika-Jayapura

Kini muncul dua petisi meminta agar Ardern dinominasikan sebagai calon peraih Nobel Perdamaian. Petisi itu berasal dari situs Change.org, yang kampanyenya dimulai sejak empat hari lalu dan sudah mendapatkan lebih dari 3.000 dukungan.

Sementara satu petisi lain berasal dari situs Perancis AVAAZ.org, yang diyakini diusulkan penyair Prancis-Mauritius Khal Torabully. “Atas keterbukaan dan perdamaian yang diberikan Jacinda Ardern menyusul tragedi di Christchurch, kami berharap dia bisa menjadi penerima Nobel Perdamaian,” kata petisi di AVAAZ.org. [DAY