RMco.id  Rakyat Merdeka - Penghormatan Pemerintah Selandia Baru kepada muslim di sana seperti tak berujung. Setelah sukses melindungi umat muslim salat Jumat pekan lalu, pemerintah akan menggelar zikir nasional, Jumat depan.

“Zikir nasional memberikan kesempatan bagi warga Cantabria (sebutan bagi penduduk Christchurch), warga Selandia Baru dan orang-orang di seluruh dunia untuk berkumpul bersama sebagai penghormatan bagi para korban serangan teroris,” kata Perdana Menteri (PM) Selandia Baru, Jacinda Ardern seperti dikutip The Straits Times, kemarin.

Ditegaskan Ardern, gelaran zikir nasional sebagai simbol bahwa Selandia Baru itu pluralis. Tidak hanya dihadiri umat muslim, zikir nasional itu terbuka bagi seluruh warga Selandia Baru, bahkan dunia. Tujuannya, agar fasisme-rasisme tidak mewabah.

“Agenda zikir ini akan menjadi ke-sempatan sekali lagi untuk menunjukkan bahwa Selandia Baru penuh kasih, inklusif dan beragam. Kami akan melindungi nilai-nilai itu,” tegas Ardern.

Baca Juga : Banjir Di Kalbar, PLN Berhasil Operasikan Kembali 23 Gardu Terdampak

“Dalam sepekan sejak serangan teror yang belum pernah terjadi sebelumnya, curahan kesedihan dan empati meluas di negara kami,” imbuhnya.

Rencananya, acara ini akan dihadiri sekitar 15 ribu warga lintas agama dan etnis. Lokasi zikir nasional akan digelar di lapangan Hagley Park, lokasinya dekat Masjid Al Noor, tempat kejadian penembakan massal yang dilakukan teroris asal Australia, usia 28 tahun.

Acara peringatan di dekat Masjid Al Noor ini direncanakan akan diawali pembacaan doa sesuai ajaran Islam dan diikuti pembacaan nama-nama para korban.

“Kegelapan tidak bisa mengalahkan kegelapan. Hanya cahaya yang bisa melakukannya. Kebencian tidak bisa mengalahkan kebencian, hanya cinta yang bisa,” kata Okirano Tilaia, salah satu murid di sekolah Cashmere.

Baca Juga : Terpapar Corona, 2 Nakes Di Kabupaten Bogor Meninggal Dunia

Aksi PM Ardern menuai simpati dunia. Dia mendapat banyak pujian, terutama dari negara muslim. Tidak hanya melakukan aksi populis, Ardern juga melakukan pencegahan secara legal dengan memperketat aturan dalam Undang-Undang Senjata.

Dua petisi dilaporkan muncul, isinya meminta agar Ardern sebagai calon peraih Nobel Perdamaian. Petisi itu berasal dari situs Change.org, di mana kampanye dimulai sejak empat hari lalu dan sudah mendapatkan lebih dari 3.000 dukungan. Sementara satu petisi lain, sebagaimana diwartakan NZ Herald, Sabtu (23/3) berasal dari situs Perancis AVAAZ.org dan menerima 1.000 tanda tangan.

Sebelumnya, Jumat (22/3), sekitar 1.000 orang berparade mengecam rasisme di kota Auckland. Mereka membawa spanduk dan plakat dengan tulisan ‘Nyawa para Migran berharga’ dan ‘Pengungsi di terima di sini’.

Saat ini, warga muslim hanya ber- jumlah sekitar 1 persen dari total populasi Selandia Baru. Yaitu sekitar 4,8 juta jiwa.

Baca Juga : Kurangi Impor, Kementan Kembangkan Budidaya Bawang Putih di Probolinggo

Farid Ahmed, yang lolos dari aksi penembakan di Masjid Al Noor, mendatangi satu per satu tetangganya, kemarin. Ahmed mengucapkan terima kasih atas dukungan mereka. Pria yang duduk di kursi roda ini kehilangan istrinya Husna, yang tewas setelah sempat menyelamatkan anggota jamaah masjid dari serangan.

“Para tetangga datang berlarian, mereka menangis, dan berlinang air mata,” kata Ahmed mengenai sikap para tetangga begitu menyaksikan Husna meninggal.

“Itu sikap yang sangat bagus dan ekspresi cinta. Dan saya merasa saya harus mengambil kesempatan ini untuk mengatakan kepada mereka bahwa saya mencintai mereka,” ucapnya. [BSH]