RMco.id  Rakyat Merdeka - Perdana Menteri Malaysia Muhyiddin Yassin memastikan, negaranya tidak akan memberlakukan jam malam atau aturan militer dalam penerapan status darurat nasional, yang berlaku mulai hari ini sampai 1 Agustus 2021.

"Pemerintahan akan terus berjalan. Status darurat nasional yang dicanangkan Raja bukanlah kudeta militer. Jam malam tidak akan diberlakukan," kata Muhyiddin dalam pidato khusus setelah deklarasi status darurat nasional, seperti dikutip The Straits Times, Selasa (12/1).

Berita Terkait : Kursi PM Muhyiddin Diselamatkan Raja...

"Kabinet, Dewan Eksekutif Negara akan tetap berfungsi seperti biasa. Saya jamin, pelayanan publik tidak akan terpengaruh oleh deklarasi darurat ini," sambungnya.

Seperti diketahui, Muhyiddin yang posisinya sempat digoyang parlemen, telah mengusulkan deklarasi darurat pada Oktober 2020. Namun, ketika itu, usulan tersebut ditolak oleh Raja Malaysia Sultan Abdullah Ri'ayatuddin Mustafa Billah Shah. Sementara rival politiknya, menilai pengajuan status darurat tersebut sebagai suatu manuver yang bertujuan menghindari pemilu lebih cepat.

Berita Terkait : RS Mulai Kewalahan, Malaysia Lockdown Lagi Selama 14 Hari

Selama masa darurat, Muhyiddin menegaskan, tidak akan ada sidang parlemen atau majelis negara bagian. Namun, dia berkomitmen menggelar pemilihan umum, segera setelah krisis Covid-19 terkendali.

"Saya jamin, pemilihan umum akan segera diadakan. Segera, setelah komite independen menyatakan bahwa pandemi Covid-19 telah mereda atau terkendali. Kami kembalikan kepada publik, apakah akan memilih pemerintahan yang baru atau tidak," paparnya.
 Selanjutnya