RMco.id  Rakyat Merdeka - Banjir awal tahun 2021 di Malaysia memaksa Puluhan ribu warga mengungsi.

Laman berita Channel News Asia melaporkan, banjir kali ini merupakan yang terparah dalam beberapa dekade terakhir. Dampaknya hampir dirasakan seluruh negara bagian di Malaysia. 

Dalam beberapa hari terakhir, lebih dari 21.000 warga dievakuasi. Terparah di Pahang. Untungnya, beban negara tetangga itu diringankan dengan kehadiran PT J Resources Asia Pasifik Tbk di Indonesia. 

Berita Terkait : Jokowi Perintahkan BNPB, TNI Dan Polri Segera Kirim Bantuan Untuk Korban Banjir Di Kalsel

Sebuah video menampilkan dump truck yang berupaya menyelamatkan para korban banjir. Kejadian ini viral di media sosial Malaysia. Warga Malaysia menyebutnya dengan “King Kong, Penyelamat Mangsa Banjir”. 

Dump Truck ini diketahui berasal dari perusahaan tambang emas di Pahang. Yaitu Specific Resources Sdn Bhd, anak perusahaan dari PT J Resources Asia Pasifik Tbk di Indonesia.

Terlihat seorang pemuda bernama Sadri Asreil Sahair yang bertugas mengoperasikan dump truck tersebut. Dia mengatakan, operasi penyelamatan korban banjir ini dilakukan sejak Senin (4/1) lalu sesuai arahan pihak kepolisian Pahang. 

Baca Juga : PKS Warning Pemerintah Sigap Amankan Laut Indonesia

Operasi penyelamatan menggunakan dump truck berlangsung selama 7 jam. Dari pukul 12.00-19.00 waktu Malaysia. Selain membantu evakuasi korban banjir, “King Kong” ini juga digunakan mengantarkan makanan serta tenaga kesehatan ke lokasi bencana.

“Saat pertama saya tiba di kawasan banjir, orang ramai bertanya-tanya mengapa saya di situ. Namun mereka sadar kedatangan kami untuk membantu,” ujar Sadri.

Sadri mengungkapkan aksinya tidak akan dilupakan. Letih dan lelah hilang apabila mendengar ucapan terima kasih. "Membantu keadaan banjir juga menguji kemahiran saya karena saya tidak tahu apa yang berada dalam air banjir,” ungkapnya. 

Baca Juga : Upadate Gempa Sulbar, Basarnas: 49 Jiwa Meninggal

Dalam penyelamatan, Sadri dan tim juga berhati-hati dalam mengoperasikan dump truck guna menyelamatkan korban banjir. Mereka mengutamakan aspek keselamatan karena menyangkut nyawa orang banyak. [UMM]