70 Tahun Hubungan Diplomatik AS-Indonesia

Nyawer Rp 18 M, USAID Bantu Kelola Sampah Plastik

70 Tahun Hubungan Diplomatik AS-Indonesia Nyawer Rp 18 M, USAID Bantu Kelola Sampah Plastik
Klik untuk perbesar

RMco.id  Rakyat Merdeka - Badan Pembangunan Internasional Amerika Serikat (USAID) menyerahkan dana bantuan sebesar 1,2 juta dolar AS atau sekitar Rp 18 miliar ke enam organisasi non-pemerintah Indonesia untuk keperluan pengelolaan sampah.

Bantuan ini dalam rangka merayakan 70 tahun hubungan bilateral Amerika Serikat-Indonesia. Hibah ini sejalan dengan tujuan USAID, yaitu mendukung Indonesia mewujudkan potensi maksimalnya sebagai negara maju dengan memobilisasi sumber daya dan keahlian masyarakatnya.

"Pemerintah Amerika Serikat, lewat USAID, melakukan pendekatan lokal untuk mengurangi limbah plastik terutama limbah plastik di laut," jelas Duta Besar AS Joseph Donovan dalam acara pemberian hibah di Hotel Borobudur, Rabu (27/3).

Berita Terkait : Peringati 70 Hubungan Diplomatik, Kapal Iran Kunjungi Jakarta

"Diharapkan melalui hibah ini, enam organisasi bisa membantu mencari solusi masalah limbah plastik di Indonesia," sambungnya.

Keenam lembaga swadaya masyarakat yang mendapat suntikan bantuan memang khusus mengurusi masalah sampah di Tanah Air. Mereka nantinya juga mendapat kesempatan pelatihan dan bantuan teknis seputar pengelolaan sampah dari pemerintah AS.

Organisasi Divers Clean Action dari Kepulauan Seribu, Jakarta, berencana menggunakan hibah ini untuk mengendalikan sampah dengan menggunakan aplikasi khusus. Gringgo, perusahaan yang berbasis di Bali juga menggunakan aplikasi khusus untuk mendata pengumpulan limbah rumah tangga di Bali.

Berita Terkait : Menlu Lavrov Buka Pameran Arsip 70 Tahun Hubungan Diplomatik RI-Rusia

Sementara itu, organisasi Transformasi Indonesia dari Gowa, Sulawesi Selatan, akan melakukan kampanye dan menyebarkan pengelolaan limbah sampah, plastik atau limbah rumah tangga. Hal serupa juga dilakukan Yayasan Pengembangan Biosains dari Bandung, Jawa Barat. Yayasan Misool dari Papua dan Bintari dari Semarang akan melanjutkan kampanye dan kegiatan bank sampah masyarakat, yang selama ini manfaatnya sudah dirasakan masyarakat di sekitarnya.

"Penandatanganan ini sangat penting karena kami ingin membantu masyarakat Indonesia bisa menjalani hidup yang sehat," sambung Dubes Donovan.

Penandatanganan pemberian hibah disaksikan Staf Ahli Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Tukul Rameyo Adi serta Direktur Pengelolaan Sampah Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Novrizal Tahar.

Baca Juga : Malam Ini, 69 WNI Diamond Princess Tiba di Bandara Kertajati, Majalengka

"Kita mengapresiasi dukungan Pemerintah Amerika Serikat dalam mendorong Indonesia hidup sehat dan pandai mengelola sampah. Semoga hibah ini dimanfaatkan dengan baik dan ditiru banyak pihak," tandas Novrizal. [DAY]