7 Partai Oposisi Thailand Bikin Koalisi Anti-Militer

Kandidat PM dari Pheu Thai Sudarat Keyuraphan (kiri) bersama Ketua Future Forward Thanathorn Juanhroongruangkit (kedua kiri), pimpinan Pheu Thai Viroj Pao-in (kedua kanan), dan pimpinan Seri Ruam Party Sereepisuth Temeeyaves mengumumkan koalisi bersama rekan partai pro-demokrasi. (Foto : Reuters).
Klik untuk perbesar
Kandidat PM dari Pheu Thai Sudarat Keyuraphan (kiri) bersama Ketua Future Forward Thanathorn Juanhroongruangkit (kedua kiri), pimpinan Pheu Thai Viroj Pao-in (kedua kanan), dan pimpinan Seri Ruam Party Sereepisuth Temeeyaves mengumumkan koalisi bersama rekan partai pro-demokrasi. (Foto : Reuters).

RMco.id  Rakyat Merdeka - Partai oposisi Thailand, Pheu Thai, mengajak enam partai pro-demokrasi berkoalisi untuk menghambat gerak junta militer di pemerintahan. Sistem baru dalam pemilu sangat menguntungkan pemerintahan militer negara Gajah Putih itu.

Dilansir Channel News Asia, Pheu Thai, yang memperoleh 137 kursi di Majelis Rendah, mengajak Partai Future Forward, Thai Liberal, Prachachart, Pheu Chart, Thai People Power dan New Economic Party bergabung dalam koalisi anti-militer. Dengan demikian koalisi memiliki 255 kursi di Majelis Rendah.

Koalisi pro-demokrasi unggul tipis dari kubu militer. Pasalnya, di Majelis Tinggi atau Senat, sudah ada 250 kursi diisi orang-orang militer. Berdasarkan sistem baru pemilu yang dibuat junta militer, kubu yang terbanyak menguasai kursi di Majelis Rendah dan Tinggilah yang dapat menentukan pemerintahan.

Berita Terkait : Mitsubishi Segarkan Tampilan Xpander

Sistem baru tersebut memberi keuntungan bagi partai-partai pro militer dan tampaknya sengaja dibuat untuk mencegah Pheu Thai berkuasa kembali. Dengan ketentuan ini, partai yang didukung militer Palang Pracharat dan sekutunya hanya perlu memenangkan 126 kursi di Majelis Rendah, sementara Pheu Thai dan aliansi 'demokrasinya' harus mendapatkan 376 kursi.

Berdasarkan sistem itu juga, hanya 350 kursi yang dipilih dalam pemilu. Sedangkan 150 anggota DPR lainnya akan dipilih melalui daftar partai nasional di bawah sistem perwakilan proporsional. Dan itu belum ada keputusannya.

Ribetnya penghitungan suara ini membuat pengumuman hasil akhir pemilu harus menunggu selama sepekan. Hasil sementara pemilu Thailand menunjukkan partai pro-junta, Palang Pracharat unggul dari jumlah perolehan suara.

Baca Juga : Airlangga Beri Kuliah Umum di Seskoal

Palang Pracharat mendapat 7,59 juta suara. Di tempat kedua dengan 7,12 juta suara adalah partai Pheu Thai, partai yang memiliki hubungan dengan mantan perdana menteri Thaksin Shinawatra.

Pada 2011, Pheu Thai mendapatkan 15,7 juta suara. Namun jumlah suara terbanyak belum tentu akan sama dengan jumlah kursi anggota parlemen yang dimenangkan.

Partai Pheu Thai masih bisa memenangkan mayoritas dari 500 kursi di Majelis Rendah karena partai ini popular di wilayah utara dan tenggara negara tersebut.

Baca Juga : Sejumlah Wilayah Di Indonesia Rentan Rawan Pangan

Dari jumlah kursi, Pheu Party mendapat 137 di Majelis rendah, diikuti Palang Pracharat dengan 97 kursi. Keduanya diikuti Partai Bhumjaithai (39), Partai Demokrat (33), Future Forward (30), Chartthai Pattana (6) dan Ruam Palang Prachacharat Thai (1). Menurut Komisi Pemilu, jumlah pemilih kali ini turun 10 persen dibandingkan 2011 dengan pemilih mencapai 75 persen.

Selain itu, dari 90 persen suara yang sudah dihitung. Hampir 6 persen suara atau 2,8 juta suara dinyatakan tidak sah. [DAY]