Jagokan Anaknya Pimpin Bank Dunia, Trump Takut Dicap KKN

Klik untuk perbesar
Donald Trump

RMco.id  Rakyat Merdeka - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump bakal dicap nepotisme jika menyodorkan putrinya, Ivanka Trump, memimpin Bank Dunia. Untung itu tidak dilakukan.

Sebelumnya, Trump memuji Ivanka setinggi langit, perempuan hebat yang bisa ditempatkan di posisi penting. Trump menyatakan hal ini dalam sebuah wawancara yang diterbitkan, Jumat (12/4). Trump memuji Ivanka sebagai seorang diplomat ulung.

“Dia seorang diplomat alami. Dia akan hebat di PBB, misalnya,”kata Trump dalam wawancaranya dengan The Atlantic seperti dikutip AFP.

Berita Terkait : Royke Pimpin Bank Mandiri, Core: Dia Sudah Sangat Berpengalaman

Namun, Trump mengakui ambisi mencalonkan putrinya yang saat ini adalah penasihat senior kepresidenan sebagai Dubes di PBB mustahil. “Mereka akan menyebutnya sebagai nepotisme, padahal itu tidak ada hubungannya. Dia memang berkualitas dan luar biasa. Bahkan saya mempertimbangkan Ivanka untuk memimpin Bank Dunia. Dia pasti hebat dalam hal itu karena dia sangat pandai dengan angka-angka,” ungkapnya.

Trump juga memuji Ivanka sebagai seseorang dengan ketenangan yang luar biasa dan dapat bekerja di bawah te- kanan. “Saya telah melihatnya bekerja di bawah tekanan yang luar biasa dan dia dapat bereaksi dengan baik. Itu bia- sanya berkaitan dengan genetik, itulah salah satu faktornya,” tutur Trump.

Untuk diketahui, Trump baru saja menominasikan utusannya ke Kanada, Kelly Knight Craft, menjadi Dubes AS di PBB. Craft menempati posisi yang ditinggalkan Nikki Haley Oktober tahun lalu. Sementara, seorang pejabat senior di Departemen Keuangan AS, David Malpass, sudah terpilih menjadi Pemimpin Bank Dunia.Terpilihnya ekonom ini menandakan tahun ke-73 kepemimpinan AS di institusi keuangan terbesar dunia.

Berita Terkait : Bank Dunia Stop Beri Utang Ke China

Dilaporkan Reuters, Malpass diloloskan Dewan Eksekutif Bank Dunia dan resmi memimpin Bank Dunia, Selasa 9 April 2019. Malpass anggota Partai Republik sekaligus loyalis Trump. Dia juga menjadi anggota kampanye miliuner asal New York.

Trump tidak menunjuk kandidat Presiden Bank Dunia lain selain Malpass. Artinya, dia menjadikannya sebagai kandidat tunggal. Malpass menggantikan Presiden Bank Dunia sebelumnya yakni Jim Yong Kim yang mengundurkan diri awal Januari lalu.

Soal Bank Dunia, Menteri Keuangan Sri Mulyani menilai Malpass akan fokus mengatasi berbagai persoalan terkait kesenjangan," kata Sri Mul dalam pernyataan pers yang diungkapkan saat menjadi pembicara dalam Joint Seminar Bretton Woods Committee and Center for Global Development di Washington DC, AS, Kamis (11/2). [FAQ]