RMco.id  Rakyat Merdeka - Di antara 207 korban tewas serangkaian ledakan di Sri Lanka, ada warga Amerika Serikat (AS), Inggris, India dan Turki. Bahkan ada yang dinyatakan hilang.

Menurut Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan, Kementerian Kesehatan Anil Jasinghe, sekitar 20 warga asing tewas dalam insiden tersebut. Di antara mereka diidentifikasi sebagai tiga orang India. Satu Potugis. Dua warga Turki. Tiga berkebangsaan Inggris. Dua lagi warga AS dan Inggris. Sedangkan sembilan dilaporkan hilang.

Baca Juga : BNI Griya Expo Online 2020, Beli Rumah Jadi Lebih Mudah

Ledakan paling mematikan terjadi sekitar pukul 8.45 pagi waktu setempat, di Gereja St. Sebastian di Negombo, kota yang terletak 30 kilometer di utara ibu kota Kolombo. Gereja lain yang diserang adalah St. Anthony's Shrine di Kolombo dan Gereja Zion di timur kota Batticaloa. Sementara tiga hotel yang diserang terletak di Kolombo, yakni The Shangri-La, Cinnamon Grand dan Kingsbury.

Menurut juru bicara kepolisian Ruwan Gunasekara, beberapa jam kemudian, dua ledakan lagi terjadi di hotel dekat Zoological Garden di Dehiwala dan Dematagoda (Mahawila Udyanaya Road), pinggiran Kolombo.

Baca Juga : PBSI Home Tournament, Apriyani/Mychelle Hadapi Ribka/Fadia di Final

Dilansir USA Today, insiden saat Hari Paskah itu menewaskan 207 orang dan melukai 500 lainnya. Tiga polisi juga terbunuh ketika mereka bertanya kepada tersangka. Tujuh tersangka telah ditahan. Serangan tersebut meningkatkan ketakutan bakal terjadi di tempau lain. Di New York City, AS, polisi akan mendatangi tempat ibadah secara teratur, sebagai pelayanan Paskah.

Dari dua ledakan, pejabat yang tak mau namanya disebutkan mengatakan, diduga bom bunuh diri. Tapi belum ada yang mengaku bertanggung jawab atas insiden Minggu pagi saat Misa Paskah. Ini adalah peristiwa paling mematikan di Sri Lanka sejak perang saudara berdarah negara Asia Selatan itu berakhir satu dekade lalu. Negara kepulauan yang berpenduduk sekitar 23 juta orang di ujung selatan India itu relatif damai setelah perang saudara berakhir. Berdasarkan sensus 2012, 70 persen warga Sri Lanka beragama Buddha. Sebanyak 12,6 persen beragama Hindu; 9,7 persen beragama Islam dan 7,6 persen Kristen. [MEL]