RMco.id  Rakyat Merdeka - Di momen Hari Pers Internasional yang jatuh pada 3 Mei lalu, Duta Besar Inggris untuk Indonesia Moazzam Malik mengundang Indonesia untuk hadir di Konferensi Kebebasan Pers pada Juli nanti di London, Inggris.

Dalam event yang diadakan bekerja sama dengan Kanada, Inggris ingin Indonesia berpartisipasi.

Baca Juga : Naik Tipis, Utang Luar Negeri Tembus Rp 5.963,5 T

“Sebagai negara demokrasi terbesar ketiga di dunia, kami ingin Indonesia berbagi pengalaman dalam konferensi global ini,” ujar Dubes Malik saat mengadakan pertemuan dengan para pelaku jurnalistik di kediamannya, Jumat malam (3/5).

Dubes yang mahir berbahasa Indonesia ini juga ingin Indonesia berbagi cerita mengenai bagaimana negeri kepulauan terbesar di dunia mengawasi media di momen pemilu serentak 17 April lalu.

Baca Juga : Ada Anak Presiden, Ada Istri Bupati

“Peran media Indonesia dalam pemilu kemarin perlu mendapat pujian untuk memberikan berita jujur di tengah terjangan berita bohong di media sosial. Saya rasa pengalaman ini sangat menarik dibagi ke peserta konferensi,” lanjutnya.

Dia menambahkan, konferensi ini bertujuan untuk saling belajar, berdiskusi mengenai bagaimana mempromosikan kebebasan pers, membahas kinerja berbagai media, dan juga cara mengendalikan isu-isu yang berkembang di media sosial.

Baca Juga : Pilkada Solo, Banteng Jagokan Gibran-Teguh

Menurut Malik, dia akan mengundang sejumlah menteri dan wartawan senior untuk hadir dalam kegiatan itu. “Jadi kalau Indonesia berhasil meningkatkan nilai-nilai demokrasi, itu tak hanya penting bagi masa depan Indonesia, namun juga bisa menginspirasi nilai-nilai demokrasi seluruh dunia,” imbuhnya.

Sementara itu, Staf Ahli Menkominfo Bidang Komunikasi dan Media Massa Gun Gun Siswadi berharap agar insan pers melakukan upaya-upaya untuk menerapkan kebebasan pers. Dia juga berharap agar pers Indonesia bisa menjadi penangkal informasi-informasi palsu dan ujaran kebencian. [DAY]