RMco.id  Rakyat Merdeka - Tanggal 12 Mei 1937, Konsul Jenderal Inggris untuk Hindia Belanda Sir Henry Fitzmaurice menanam pohon ara di depan kantor dan kediamannya, untuk memperingati penobatan Raja George VI.

Tepat 82 tahun kemudian, Minggu 12 Mei 2019, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Duta Besar Inggris Moazzam Malik akan kembali menanam pohon yang baru, untuk menandai 70 tahun hubungan diplomatik antara Inggris dan Indonesia, di Museum Perumusan Naskah Proklamasi, Jakarta.

Untuk diketahui, Musem Perumusan Naskah Proklamasi pernah digunakan sebagai rumah dan kantor Konsul Jenderal Inggris pada 1932. Setelah Pendudukan Jepang berakhir pada 1945, gedung tersebut digunakan sebagai tempat untuk pembahasan dan penyusunan naskah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia.

Baca Juga : Menko PMK : Kabupaten/Kota Harus Punya Minimal 1 PCR

Gedung itu juga sempat menjadi Markas Besar Angkatan Darat Inggris, tempat perundingan Indonesia – Belanda, yang dimediasi Inggris pada 1945 dan 1946.

Sebelum diresmikan sebagai Museum Perumusan Naskah Proklamasi pada 1984, gedung ini adalah Kediaman Resmi Duta Besar Inggris selama lebih dari 20 tahun.

Acara penanaman pohon ini akan dihadiri oleh sejumlah pejabat pemerintah dari instansi terkait, perwakilan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, komunitas diplomatik, mahasiswa, dan media. Acara dilanjutkan dengan berbuka puasa bersama dengan anak-anak yatim.

Baca Juga : PLN Gerak Cepat Pulihkan Kelistrikan Luwu Utara

Duta Besar Inggris untuk Indonesia, ASEAN, dan Timor Leste Moazzam Malik mengatakan, Museum Perumusan Naskah Proklamasi terpilih sebagai tempat perayaan 70 tahun hubungan diplomatik Indonesia dan Inggris, karena memiliki nilai sejarah tinggi bagi kedua bangsa.

“Gedung ini memiliki nilai sejarah yang sangat penting bagi Indonesia. Selain terletak di jantung kota Jakarta, gedung ini juga menjadi tempat dirumuskannya naskah Proklamasi, yang mengantar Indonesia sebagai bangsa yang merdeka. Kami bangga menjadi bagian dari sejarah penting Indonesia, karena gedung ini sempat menjadi Kantor dan Kediaman Resmi Dubes Inggris hingga tahun 1982," jelas Moazzam.

"Inggris adalah mitra dagang yang memiliki visi global. Hubungan kami dengan Indonesia sangat erat dan luas, melalui kerja sama di berbagai bidang. Mulai dari pendidikan, bisnis, perdagangan, perubahan iklim, sains, teknologi, anti korupsi, dan masih banyak bidang lainnya," sambungnya.

Baca Juga : Ribuan Pelanggan Kepincut Program Diskon Tambah Daya PLN

Moazzam meyakini, kerja sama Indonesia-Inggris akan meningkatkan kehidupan masyarakat kedua negara.

"Selama 70 tahun ke depan dan seterusnya, saya yakin kedua negara akan tetap berdiri bersama sebagai mitra dan sahabat setia. Demi menciptakan sebuah dunia yang lebih damai dan makmur," tandas Moazzam. [HES]