KLHK Gagalkan Penyelundupan 72 Paruh Burung Rangkong ke Hongkong

Klik untuk perbesar
KLHK berkolaborasi dengan Aviation Security (Avsec) dan Balai Karantina Bandara Internasional Soekarno Hatta menggagalkan penyelundupan burung Rangkong ke Hongkong, Rabu (17/7). (Foto: Humas KLHK).

RMco.id  Rakyat Merdeka - KLHK berkolaborasi dengan Aviation Security (Avsec) dan Balai Karantina Bandara Internasional Soekarno Hatta pada Rabu (17/7) pukul 05.00 WIB berhasil menggagalkan penyelundupan 72 paruh burung.

Paruh tersebut diduga jenis paruh burung Rangkong Gading (Rhinoplax vigil) dan akan diselundupkan dari Indonesia menuju ke Hongkong.

Direktur Jenderal Penegakan Hukum (Gakkum) LHK, Rasio Ridho Sani menyampaikan, “Lalu lintas peredaran tumbuhan dan satwa liar (TSL) ilegal terus dipantau dan diawasi secara intensif oleh petugas kami."

Berita Terkait : 3 Inovasi KLHK Raih Penghargaan Inovasi Pelayanan Publik Tahun 2019

Penegasan komitmen KLHK terkait penegakan hukum terhadap kejahatan TSL terus dikuatkan melalui kolaborasi dan sinergi bersama instansi terkait lainnya.

Dalam kegiatan ini, tim berhasil mengamankan seorang wanita berkewarganegaraan Indonesia keturunan Tionghoa yang berinisial TLC (48 tahun). Wanita tersebut diduga membawa 72 buah paruh burung Rangkong Gading.

Adapun modus operandinya adalah paruh burung rangkong tersebut dibungkus dengan kertas alumunium foil, dimasukan di dalam kaleng roti biskuit, kemudian disamarkan dengan menggunakan roti biskuit di atasnya.

Berita Terkait : Kemnaker Gandeng KLHK Latih 100 Ribu Teknisi Refrigerasi dan AC

Selanjutnya kaleng-kaleng roti biskuit tersebut dimasukan ke dalam sebuah tas jinjing besar berwarna biru. Saat melalui area pemeriksaan, petugas bandara Soekarno-Hatta mencurigai isi di dalam tas tersebut.

Setelah dilakukan pemeriksaan lebih lanjut diketahui tas tersebut berisikan 72 paruh burung Rangkong Gading. Atas temuan tersebut kemudian petugas Avsec dan Karantina melaporkan ke BKSDA DKI Jakarta.

Kemudian BKSDA DKI Jakarta menyerahkan pelaku beserta barang bukti ke Balai Gakkum Jabalnusra Seksi Wilayah I Jakarta untuk dilakukan proses penyidikannya.
 Selanjutnya