RMco.id  Rakyat Merdeka - Dalam peringatan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Harteknas) 2019, Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) memberikan penghargaan Prayoga Sala kepada Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan Badan Litbang dan Inovasi (P3HH-BLI) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

Direktur Jenderal Penguatan Riset dan Pengembangan Muhammad Dimyati mewakili Menristekdikti memberikan penghargaan tersebut langsung kepada Kepala P3HH-BLI Dwi Sudharto, di malam puncak Anugerah Iptek dan Inovasi Tahun 2019, Denpasar, Bali, Rabu (27/8).

"Penghargaan Anugerah Prayoga Sala ini akan terus memotivasi P3HH-BLI untuk dapat terus berkembang menjadi lembaga penelitian yang selalu meningkatkan inovasi dalam melakukan riset dan pengembangan serta inovasi untuk mencapai cita-cita lembaga, yaitu menjadi lembaga yang mendunia dan memasyarakatkan serta bermanfaat bagi umat," ujar Dwi.

Berita Terkait : 7 Prioritas RPJMN 2020-2024, Perkuat Hubungan Pusat dan Daerah

Prayoga Sala merupakan anugerah untuk lembaga litbang atas prestasi pelaksanaan litbang iptek dan inovasi yang berhasil sehingga dapat menciptakan nilai tambah, baik dalam bentuk komersial, ekonomi, maupun sosial budaya.

Dwi Sudharto menjelaskan, P3HH-BLI menjadi 3 besar lembaga litbang yang menerima penghargaan Prayoga Sala bersama 2 lembaga lainnya, yaitu Balai Riset Perikanan Budi Daya Air Payau dan Penyuluhan Perikanan-Kementerian Kelautan dan Perikanan (BRPBAP3) Maros (sebagai peringkat pertama) dan Balai Penelitian Teknologi Bahan Alam-LIPI (sebagai peringkat kedua). 

Pesan Menristekdikti Menghadapi Revolusi Industri 4.0

Berita Terkait : Ayo Selamatkan DAS Citarum dari Tambang dan Kebun Ilegal

Sebelumnya, Menristekdikti Muhammad Nasir berpesan agar terus bekerja keras menghadapi era Revolusi Industri 4.0.

Hal tersebut untuk semakin memantapkan dan memberikan sumbangan nyata bagi kemajuan industri dan kesejahteraan rakyat.

Peneliti dan perekayasa sendiri memiliki peran penting untuk menghasilkan produk riset yang lebih efisien, terstruktur, dan membangkitkan industri nasional. 

Berita Terkait : KLHK Siapkan Kajian Lingkungan Hidup Strategis di Lokasi Calon Ibukota RI

Momentum Harteknas 2019 harus dijadikan pijakan kokoh membangun bangsa, membangun riset, mendorong inovasi-inovasi baru, startup-startup baru yang muara akhirnya untuk peningkatan kesejahteraan rakyat Indonesia.

"Diharapkan para penerima penghargaan dapat menularkan pada orang lain ataupun pada lembaga lain,” tutur Muhammad Nasir. [SRI]