RMco.id  Rakyat Merdeka - Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dan para pihak terkait meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi peningkatan titik panas yang terpantau di sejumlah wilayah di Sumatera dan Kalimantan pada September 2019.

Berbagai upaya dilakukan untuk mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang berdampak pada asap.

Pelaksana Tugas Direktur Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan KLHK Raffles B Panjaitan dalam keterangan tertulis diterima di Jakarta, Sabtu (7/9) mengatakan asap sangat merugikan masyarakat, karenanya sedini mungkin harus segera ditangani sehingga dampaknya tidak membesar.

Manggala Agni dan para pihak terus melakukan pemadaman di beberapa wilayah. Sebagai contoh, asap yang mulai terdeteksi di wilayah Kalimantan berdampak terganggunya aktivitas seperti penerbangan pesawat dan sekolah, ujar Raffles.

Baca Juga : Ulil: Kalau Cinta Ke Kiai, Sowan dan Cium Tangannya Ditunda Dulu

Raffles mengakui bahwa awal September ini memang terjadi peningkatan titik api (hotspots) dan juga peningkatan kejadian karhutla di wilayah Kalimantan.

Para pihak di lapangan pun diinstruksikan untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan upaya-upaya pemadaman untuk mengurangi dampak asap.

Para pihak di lapangan, Manggala Agni, TNI, POLRI, BPBD, Pemerintah Daerah, perusahaan dan masyarakat terus berupaya semaksimal mungkin untuk menangani karhutla ini.

Pemadaman baik darat dan udara dikerahkan. Hingga hari ini, sudah 26.790.400 liter air dijatuhkan untuk pemadaman dari udara di Kalimantan Tengah, jelas Raffles.

Baca Juga : JK: Donor Darah TNI Polri Tambah 30 Persen Stok Darah PMI

Lebih lanjut Raffles mengatakan di Kalimantan Barat pemadaman udara (water bombing) sudah dilakukan sebanyak 16.861 sorti dengan menggunakan air sebanyak 45.999.140 liter.

Diharapkan upaya-upaya yang dilakukan ini dapat mengurangi dampak yang ditimbulkan dari karhutla. Sementara itu, pemadaman darat yang dilakukan oleh Manggala Agni dan para pihak di wilayah Kota Palangkaraya, Kabupaten Kapuas, serta beberapa wilayah di Kalimantan Barat seperti di Singkawang, Sintang dan Ketapang.

Pemadaman juga masih terus dilakukan di wilayah Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur dan beberapa wilayah di Sulawesi. Menurut Raffles, kesiapsiagaan dan kewaspadaan masih harus terus ditingkatkan.

Prediksi BMKG masih menunjukan potensi sangat mudah terbakar di beberapa wilayah Sumatera, seperti di Jambi, Sumatera Selatan dan wilayah Kalimantan seperti Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Utara.

Baca Juga : Rektor Positif Covid, IPB Perpanjang Lockdown Selama 14 Hari

Hampir seluruh wilayah Jawa juga masih menunjukkan kondisi sangat mudah terbakar, ujar Raffles. [SRI]