RMco.id  Rakyat Merdeka - Tuduhan Malaysia yang menyebut Indonesia mengekspor asap ke negeri jiran itu cuma asbun alias asal bunyi. 

Dari hasil pemantauan, Badan Metereologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memastikan tak ada asap dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menyeberang ke Malaysia. 

Asap yang melanda Malaysia  diduga karena kebakaran hutan dan lahan di negerinya sendiri. Sepekan terakhir, sejumlah daerah di Malaysia tertutup kabut asap. Seperti Kuala Lumpur, dan Serawak.

Baca Juga : Jalur Sepeda Di Bandung, Baiknya Contek Negara China

Akibat kabut asap ini, aktivitas warga terganggu. Jarak pandang memburuk. Sekolah terpaksa diliburkan karena khawatir mengganggu kesehatan siswa-siswa. 

Berbagai cara sudah dilakukan, seperti membagikan masker dan menaburkan awan buatan untuk menghasilkan hujan. Hanya saja, sampai kemarin, usaha-usaha itu belum berhasil mengatasi kabut asap di sana. Malaysia pun menuding kabut asap itu datang dari karhutla di Indonesia. 

Akhir pekan kemarin, Kementerian Sains, Teknologi, dan Inovasi Malaysia berencana mengirimkan nota protes ke Indonesia. Mereka meminta pemerintah Indonesia melakukan pemadaman, serta pencegahan kejadian serupa terulang lagi pada kemudian hari.

Baca Juga : Ini Bandara Angkasa Pura I Yang Langganan Dapat Penghargaan Internasional

Indonesia tak tinggal diam. Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya mengumpulkan para pihak terkait, membahas soal karhutla. Sejumlah lembaga diundang, seperti BMKG, BNPB juga jajaran TNI. 

BMKG memastikan, tidak ada asap lintas batas dari Indonesia ke Kuala Lumpur, Malaysia. Hal itu berdasarkan data dari pemantauan satelit Himawari-8 milik Jepang dan Satelit Sentinel milik Eropa.

Menurut Kepala BMKG Dwikorita Karnawati, ada sejumlah faktor yang membuat asap tidak mungkin menyeberang ke Malaysia.

Baca Juga : Dari 37 Adegan Rekonstruksi, Terungkap 6 Fakta Baru

Terutama, terkait arah angin. Berdasarkan data dari satelit sejak 5 September hingga 9 September 2019, terpantau arah angin berasal dari Tenggara menuju ke Barat Daya. Sementara itu, titik panas di Indonesia, terpantau berada di wilayah Sumatera Selatan. [BCG]