RMco.id  Rakyat Merdeka - Di tengah kepungan asap yang pekat, Presiden Jokowi melakukan kunjungan dadakan untuk meninjau kondisi kabut asap dan penanganan kebakaran hutan dan lahan di Pekanbaru Riau, Senin (16/9) malam.

Pesawat kepresidenan mendarat mulus di tengah kabut asap kebakaran hutan dan lahan yang cukup pekat di Bandara Sultan Syarif Kasim II, Kota Pekanbaru Riau, pukl 18.30 WIB.

Berita Terkait : Rita Johal, Kepergok Ngedate Dengan Petinju

Diketahui, berdasarkan pantauan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) kualitas pencemar udara di Kota Pekanbaru melonjak hingga 300 mikrogram per meter kubik (µg/m3) sejak 9 hingga 13 September 2019, melampaui nilai ambang batas (NAB) harian PM10 sebesar 150 µg/m3.

BMKG mengukur kualitas udara dengan parameter kandungan PM10 (partikulat matter 10) yaitu partikel yang ada di udara berukuran di bawah 10 mikrogram sehingga bisa membahayakan bila terhirup oleh manusia.

Baca Juga : Selamatkan NKRI, Hentikan Kelamnya Politik Kapitalisme

Selain di Pekanbaru, wilayah lain yang kualitas udaranya juga sudah mulai melebihi ambang batas yaitu Jambi, terhitung sejak tanggal 12-13 September.

Kabut asap karhutla yang tersebar beberapa wilayah Indonesia semakin parah dan mengancam kesehatan warga. 

Baca Juga : Ingat, Perusahaan Pelanggar PSBB Terancam Ditutup

Sementara Kepolisian sejauh ini telah mengamankan tersangka pelaku karhutla mencapai 185 orang dan empat korporasi yang belum diungkap nama perusahaannya. [KPJ]