Wahana Ozon, Sarana Edukasi Baru yang Kekinian dan Modern

Klik untuk perbesar
Direktur Jenderal Perubahan Iklim KLHK Ruandha Agung Sugardiman (kiri) saat meresmikan Wahana Ozon, kemarin. (Foto: Humas KLHK).

RMco.id  Rakyat Merdeka - Modern, kekinian, dan edukatif. Inilah kata yang tepat untuk menggambarkan Wahana Ozon, sebuah wahana baru di gedung Pusat Peragaan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (PP IPTEK), yang berlokasi diTMII, Jakarta Timur.

Wahana Ozon terletak di lantai tiga gedung PP IPTEK. Gerbangnya dihiasi dengan dekorasi bernuansa neon, disertai tulisan "Ozone Heroes" dan "Defenders of the Galaxy" di bagian atasnya.

Bagian dalam Wahana Ozon berbentuk seperti labirin. Ketika masuk, pengunjung akan disambut dengan beragam informasi seputar ozon.

Infomasi-informasi tersebut disajikan dalam bentuk infografis, rekam jejak lapisan udara dunia, dan permainan board game.

Berita Terkait : DPR Sepakati Anggaran KLHK 2020 Rp 9,3 Triliun

Terdapat spot-spot foto dengan hiasan latar yang menarik dan tetap disertai dengan informasi seputar ozon.

Wahana Ozon merupakan wahana baru yang dikembangkan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) melalui kerja sama dengan PP IPTEK.

Kehadiran wahana ini secara khusus ditargetkan kepada anak-anak di Indonesia.

Hal ini disampaikan oleh Direktur Jenderal Perubahan Iklim KLHK Ruandha Agung Sugardiman dalam acara peresmian wahana Senin (16/9).

Berita Terkait : KLHK Bantu Percepatan Penyediaan Lahan Untuk Ibu Kota Baru

"Di dalam wahana ini dikenalkan, terutama kepada anak-anak kita, adik-adik kira apakah itu ozon, apakah bahaya kalau lapisan ozon itu rusak," ujar Agung.

Peresmian Wahana Ozon dilakukan sekaligus untuk memperingati Hari Ozon Sedunia yang jatuh di tanggal yang sama.

 

 

Berita Terkait : Begini Peran Generasi Muda Selamatkan Ekosistem Mangrove

Nama "Ozon Heroes" yang tertera di gerbang wahana memiliki makna ajakan untuk menjaga bumi tetap terlindungi oleh lapisan ozon sebagai perisai perlindungan dari sinar ultraviolet.

Kegiatan ini dihadiri oleh 260 siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP), perwakilan dari Kementerian/Lembaga terkait dan Implementing Agency World Bank dan United Nations Development Programme (UNDP).[SRI]

RM Video