KLHK dan LIA Dorong Siswa Kurangi Penggunaan Plastik

Pembukaan acara LIA Eco Fest 2019 di Gedung Sate, Bandung, Jawa Barat, Minggu (29/9). (Foto: Humas KLHK).
Klik untuk perbesar
Pembukaan acara LIA Eco Fest 2019 di Gedung Sate, Bandung, Jawa Barat, Minggu (29/9). (Foto: Humas KLHK).

RMco.id  Rakyat Merdeka - Yayasan Lembaga Inggris Amerika (LIA) bersama Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mengajak kepada seluruh siswa untuk menggurangi plastik dalam kehidupan sehari-hari.

Mengusung tema Kesadaran dan Kepedulian Generasi Muda Terhadap Lingkungan Hidup, acara itu sendiri digelar di Gedung Sate, Bandung, Jawa Barat yang dihadiri oleh ratusan siswa LIA dari berbagai wilayah di Indonesia hingga mancanegara.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BP2SDM) KLHK Helmi Basalamah mengatakan, LIA sendiri sudah menerepakan program lingkungan hidup di kawasan yayasan LIA untuk bisa mengurangi penggunaan plastik.

Berita Terkait : Kementerian LHK Segel 62 Lahan Perusahaan yang Terbakar

“Kami melihat yayasan LIA sudah mengurangi penggunaan styrofoam, minum dalam kemasan, sedotan, tas kresek, dari plastik sekali pakai dan jenis lainnya yang mengandung limbah diberbagai area yayasan LIA,” ungkap Helmi di sela acara LIA EcoFest 2019, Minggu (29/9).

Helmi melihat, para peserta didik LIA ini merupakan generasi muda yang memiliki kemampuan dalam menerapkan perilaku ramah lingkungan dalam kehidupan sehari-hari.

Selain mengurangi sampah plastik, Helmi juga mengajak kepada seluruh peserta agar bisa menaman pohon disetiap lingkungan baik itu di rumah atau di sekolahan.

Berita Terkait : Daerah Membaik, Hotspots Karhutla Turun 90 Persen

“Kami mengajak kepada seluruh siswa LIA untuk bisa menanam pohon ini lebih kurang  selama umurnya bisa menanam minimal 25 tahun,” imbuhnya.

Jika kegiatan ini dilakukan secara konsisten oleh siswa maupun masyarakat maka bisa menyelamatkan lingkungan hidup di Indonesia lebih ramah dari limbah sampah.

“Jika dilakukan secara konsisten, berkesinambungan dan dilakukan secara masif dapat memberikan dampak yang signifikan dalam penyelamatan lingkungan hidup,” pungkasnya. [SRI]