KLHK Minta BUMN Terlibat Aktif Dalam Pengusahaan Ekowisata Taman Nasional

Menteri KLHK Siti Nurbaya (kiri) dan Menteri BUMN Rini Soemarno seusai rapat koordinasi Direktur Utama BUMN di Hotel Inaya Bay, Labuan Bajo, NTT, Senin (7/10). (Foto: Humas KLHK).
Klik untuk perbesar
Menteri KLHK Siti Nurbaya (kiri) dan Menteri BUMN Rini Soemarno seusai rapat koordinasi Direktur Utama BUMN di Hotel Inaya Bay, Labuan Bajo, NTT, Senin (7/10). (Foto: Humas KLHK).

RMco.id  Rakyat Merdeka - Berbicara di hadapan puluhan Direktur Utama Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya berharap peran lebih BUMN dalam membantu kerja birokrasi khusus KLHK dalam bidang pengusahaan ekowisata di kawasan Taman Nasional. 

"BUMN adalah bagian penting dari usaha ekonomi karena insting bisnisnya lebih tajam, saya kira kami di KLHK memang membutuhkan dunia usaha dalam mendukung kerja birokrasi," ujar Menteri Siti saat memberikan paparan sebagai pembicara dalam Rapat Koordinasi Direktur Utama BUMN di Hotel Inaya Bay, Labuan Bajo, Manggarai Barat, NTT, Senin (7/10).

Berita Terkait : Pendekatan Spasial Ditingkatkan, KLHK Fokus Pembangunan Tingkat Tapak

Dicontohkan oleh Menteri Siti, bahwa KLHK punya wilayah pengelolaan Taman Nasional Komodo (TNK) di Labuan Bajo, Menteri Siti memandang jika ada keterlibatan BUMN dalam mengelola TNK khususnya dalam pengusahaan ekowisatanya, tentu pariwisata di TNK semakin baik kualitasnya. 

Hal ini diharapkan memicu semakin banyak wisatawan dalam dan luar negeri untuk datang. Keterlibatan BUMN bisa dari berbagai sisi, salah satunya bisa dimulai dengan mendukung perbaikan infrastruktur pariwisata TNK tentu dengan konsep yang baik secara bisnis.

Berita Terkait : Dua WNA Singapura Ditetapkan Jadi Tersangka Kasus Impor Limbah Tanpa Izin

Menteri Siti mengharapkan peran lebih dari BUMN tersebut karena saat ini KLHK sudah merubah paradigma pengelolaan hutan terutama kawasan konservasi dari yang dahulu berisifat terbatas terhadap investasi, menjadi terbuka, terutama dengan konsep kolaborasi pengelolaan baik dengan dunia usaha maupun dengan masyarakat.

"KLHK saat ini sudah lebih membuka diri terhadap investasi, juga di kawasan konservasi, yang istilahnya dahulu di kawasan konservasi tidak boleh diusik/dimasuki manusia, sehingga ada istilah nyamuk pun tidak boleh mati, ranting tidak boleh patah di kawasan konservasi," jelas Menteri Siti.
 Selanjutnya