Copa America

Coutinho Mau Buang Sial

Klik untuk perbesar
Coutinho siap beraksi di Copa America. (Foto : Foxsports)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Perhelatan Copa America 2019 akan berlangsung pada pekan ini. Sebanyak 10 tim dari Amerika Selatan dan dua tim Asia akan saling bersaing untuk memperebutkan titel juara. Ke-10 tim dari Amerika Selatan yang tampil pada putaran final adalah Brasil, Bolivia, Venezuela, Peru, Argentina, Kolombia, Paraguay, Uruguay, Ekuador, dan Cile.

Sementara itu, dua klub Asia adalah Qatar dan Jepang. Qatar dan Jepang menggantikan Meksiko atau Amerika Serikat yang biasanya menjadi wakil dari Amerika Utara. Federasi Sepak Bola Amerika Utara (CONCACAF) menolak undangan Federasi Sepak Bola Amerika Selatan (CONMEBOL), karena berbarengan dengan ajang Piala Emas 2019.

Pada perhelatan tahun ini, Brazil ditunjuk sebagai tuan rumah. Pemerintah Brazil pun menyiapkan enam stadion level dunia untuk menyukseskan Copa Amerika 2019. Keenam stadion tersebut adalah Estadio do Maracana (Rio de Janeiro), Estadio do Morumbi (Sao Paulo), Arena Corinthians (Sao Paulo), Estadio Mineirao (Belo Horizonte), Arena do Gremio (Porto Alegre), dan Itaipava Arena Fonte Nova (Salvador).

Berita Terkait : Sikat Ekuador, Uruguay Tebar Ancaman


Seluruh tim peserta telah mempersiapkan skuad terbaiknya untuk menghadapi ajang ini, yang akan dimulai pada 14 Juni sampai 7 Juli 2019.

Laga Timnas Brasil versus Bolivia akan menjadi partai pembuka Copa America 2019. Bintang Paris Saint-Germain, Thiago Silva, meminta Philippe Coutinho melupakan performa buruknya di Barcelona. Silva berharap Coutinho bisa bangkit dan mengantar Timnas Selecao berjaya di ajang Copa America 2019.

Gelandang Barcelona tersebut mengalami kesulitan sejak pindah dari Liverpool ke Barcelona. Dia bahkan disebut-sebut dipertimbangkan masuk daftar jual El Barca di bursa transfer musim panas. Namun, sosok Coutinho sangat dibutuhkan Timnas Brazil yang akan berkiprah di kancah Copa America.

Berita Terkait : Filipe Luis Ogah Ngomongin Transfer

Peran Coutinho bakal vital karena Neymar dipastikan absen karena mengalami cedera engkel. Absennya Neymar membuat Coutinho harus mengambil alih peran Neymar untuk membantu Tim Samba merengkuh titel Copa America untuk kali pertama sejak 2007.


“Coutinho mengalami musim yang sulit di Barcelona. Itu tuntutan tinggi dan mereka mencemoohnya berulang kali. Tapi di tim ini dia menjadi referensi kami, terutama ketika kami tak memiliki Neymar,” ujar Silva.

“Dalam dua kali laga persahabatan yang kami mainkan, dia menjadi pemain terbaik kami di lapangan, bukan hanya karena umpan-umpan dan gol-golnya, tapi juga caranya bertahan. Dia mennemukan kebahagiaan lagi,” imbuh Silva.

Berita Terkait : Mati-matian, Qatar Tahan Imbang Paraguay

Silva meyakini tenaga Coutinho akan sangat dibutuhkan tim saat Copa America bergulir pada 14 Juni 2019. “Pada laga persahabatan yang pertama, saya berusaha memberinya umpan dengan tenang, dan saya juga bilang Neymar untuk membantunya juga. Kami membutuhkannya, terutama sekarang dengan absennya Neymar,” kata Silva tentang Philippe Coutinho. [KW]

RM Video