Plt Ketum PSSI Ingin Jabat Sampai 2020

PSSI Diminta Segera Gelar KLB

Klik untuk perbesar
Logo PSSI. (Foto : dok PSSI.org)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Keinginan Plt Ketum PSSI Joko Driyono yang ingin menjabat lebih lama jadi sorotan. Tugas Plt Joko Driyono adalah menyelenggarakan Kongres Luar Biasa (KLB), bukan menyelesaikan periode jabatan Ketua Umum PSSI yang ditinggalkan Edy Rahmayadi hingga 2020.

“Memang tugas Plt Ketua Umum PSSI menyelenggarakan KLB, bukan menyelesaikan periode jabatan Ketua Umum, apalagi melanggengkan kekuasaan,” ungkap Ketua Save Our Soccer (SOS) Akmal Marhali kepada wartawan, Selasa (5/2).

Hal ini juga sejalan dengan pesan Edy Rahmayadi ketika menyatakan mundur dari jabatan Ketum PSSI dalam Kongres PSSI di Bali, Minggu (20/1/2019). Saat itu mantan Pangkostrad yang kini Gubernur Sumatera Utara tersebut berpesan agar Jokdri, panggilan akrab Wakil Ketua Umum I PSSI, segera menggelar KLB setelah ditunjuk menjadi Plt Ketum PSSI. Edy Rahmayadi terpilih menjadi Ketua Umum PSSI pada 10 November 2016 dan akan berakhir masa jabatannya pada 2020.

Baca Juga : GIG by Indosat Siapkan Solusi Internet Sehat Dan Aman Buat Anak

Menurut Akmal, selain 2/3 voters atau pemilik hak suara yang bisa mengusulkan KLB, berdasarkan ketentuan Statuta PSSI, para anggota Executive Committee (Exco) atau Komite Eksekutif PSSI bisa pula mengusulkan KLB. “Exco pun bisa mengusulkan KLB,” tegasnya.

Akmal menilai, saat ini PSSI sudah dalam kondisi darurat setelah sejumlah pengurusnya menjadi tersangka match fixing (skandal pengaturan skor pertandingan) seperti Ketua Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Jawa Tengah yang juga anggota Exco PSSI, Johar Lin Eng, dan anggota Komite Disiplin (Komdis) PSSI Dwi Irianto alias Mbah Putih, dan ada pula yang mengundurkan diri seperti anggota Exco Hidayat dan Gusti Randa, sehingga KLB merupakan satu-satunya solusi. “KLB adalah solusi yang tepat,” cetusnya.

Akmal menduga, para pemilik hak suara PSSI saat ini dalam kondisi nyaman terhadap keberadaan Jokdri selaku Plt Ketum PSSI, sehingga nyaris mustahil berharap mereka meminta PSSI menggelar KLB. “Exco bisa ambil inisiatif,” tukasnya.

Baca Juga : Soal Sertifikasi Pernikahan, Menko PMK Banjir Dukungan

Dijelaskannya, pasal 30 ayat (1) Statuta PSSI menyebutkan, “Komite Eksekutif dapat melakukan permintaan untuk melakukan Kongres Luar Biasa setiap saat.”

Ayat (2) pasal yang sama menyebutkan, “Komite Eksekutif harus mengadakan Kongres Luar Biasa jika 50% (lima puluh persen) anggota PSSI atau 2/3 (dua pertiga) dari jumlah delegasi (Pasal 23), membuat permohonan tertulis.”

Permintaan tersebut harus mencantumkan agenda yang akan dibicarakan. KLB harus diadakan dalam waktu 3 (tiga) bulan setelah diterimanya permintaan tersebut. Apabila KLB tidak diadakan, maka anggota yang memintanya dapat mengadakankongres sendiri. Sebagai usaha terakhir,anggota bisa meminta bantuan dari FIFA. Anggota-anggota akan diberitahukan mengenai tempat, tanggal dan acara Kongres sekurang-kurangnya 4 (empat) minggu sebelum tanggal KLB.

Baca Juga : Rencananya Jenazah Cecep Reza Dimakamkan di Rawamangun

Ayat (4) pasal yang sama menyebutkan, "Apabila Kongres Luar Biasa diadakan atas inisiatif Komite Eksekutif, maka Komite Eksekutif harus menyusun agenda Kongres. Apabila Kongres Luar Biasa diadakan atas permintaan Anggota, acara tersebut harus mencantumkan materi yang diajukan oleh Anggota tersebut. [WUR]