Joko Driyono Jadi Tersangka

Madura FC Desak Digelar KLB

Logo PSSI.(Foto : istimewa)
Klik untuk perbesar
Logo PSSI.(Foto : istimewa)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Manager Madura FC, Januar Herwanto menilai telah terjadi kondisi darurat PSSI, pasca ditetapkannya Plt Ketum PSSI Joko Driyono sebagai tersangka. Dia meminta segera digelar Kongres Luar Biasa (KLB)

“Sekarang ini darurat PSSI, karena kasusnya sudah menimpa pucuk pimpinan PSSI. Ini harus segera disikapi serius,” katanya di Jakarta, Minggu (17/2).

Baca Juga : Agus Rahardjo Bantu Kapolri Perangi Korupsi

Menurutnya, Kongres Luar Biasa (KLB-) PSSI menjadi wajib hukumnya, demi menyelamatkan persepakbolaan Indonesia. Kasus yang menempatkan Joko Driyono sebagai tersangka, dianggapnya telah memupus kepercayaan publik terhadap PSSI. Karena itu, KLB menjadi wajib dilakukan. "Siapa yang bisa menjamin setelah ini tidak ada lagi tersangka baru? Karena kalau saya melihat, ‘clue-clue’ nya akan ada lagi penangkapan berikutnya,” ujar Januar.

Selain itu, menurut pria yang namanya mencuat setelah keberaniannya mengungkap dugaan pengaturan skor dalam pertandingan Madura FC vs PSS Sleman oleh salah satu exco PSSI, Joko Driyono dan jajaran exco PSSI harus segera mundur.

Baca Juga : Bertemu PM Viktor Orban, Jokowi Bahas Beasiswa Hingga Pelatihan Sepakbola di Hongaria

“Sebagai bentuk kecintaan terhadap sepak bola, semestinya Joko Driyono dan semua jajaran exco yang ada, mundur dari jabatannya. Ini bentuk tanggung jawab moral,” tandasnya.

Sebelumnya, Satgas Anti Mafia Bola telah menetapkan Plt Ketua Umum PSSI, Joko Driyono sebagai tersangka pengrusakan barang bukti kasus pengaturan skor. Namun versi Ketua Komite Hukum PSSI, Gusti Randa, status tersangka tersebut tidak terkait dengan dugaan pengaturan skor.

Baca Juga : Deputi Kementerian Perekonomian Apresiasi Kemajuan Proyek RDMP Balikpapan

Joko Driyono ditetapkan sebagai tersangka bersama tiga orang lainnya atas kasus memasuki suatu tempat yang telah dipasang garis polisi (police line) oleh penguasaan umum di Rasuna Office Park, Kuningan, Jakarta. [WUR]