Kasus Dugaan Mafia Pengaturan Skors

KPSN Minta PN Banjarnegara Paksa Sekjen PSSI untuk Hadir Sidang

Klik untuk perbesar
Sekretaris Jenderal PSSI Ratu Tisha Destria. (Foto : Istimewa).

RMco.id  Rakyat Merdeka - Ketua Komite Perubahan Sepak Bola Nasional (KPSN) Suhendra Hadikuntono meminta Ketua Pengadilan Negeri (PN) Banjarnegara dan Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Banjarnegara untuk melanjutkan sidang kasus dugaan match fixing dan memanggil paksa Sekretaris Jendral PSSI Ratu Tisha.

Permohonan itu diajukan lewat surat Nomor: 006/KPSN/V/2019. Dalam surat itu ia menyatakan sehubungan dengan ketidakhadiran/mangkirnya Sekretaris Jenderal Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Ratu Tisha Destria sebanyak 2 kali.

Berita Terkait : KPSN Berharap Jakmania dan The Macz Man Bersikap Sportif

Tisha hadir untuk diperiksa sebagai saksi dalam persidangan perkara match fixing atau mafia pengaturan skor pertandingan sepak bola di Pengadilan Negeri (PN) Banjarnegara, Jawa Tengah, pada hari Kamis tanggal 16 Mei 2019 dan hari Senin tanggal 19 Mei 2019 dengan terdakwa Saudara Dwi Irianto alias Mbah Putih, saudara Johar Lin Eng, Saudara Priyanto dan Saudari Anik Yuni Artika Sari, di mana perbuatan tersebut dapat diancam dengan hukuman 9 bulan penjara. Sebagaimana dimaksud Pasal 224 ayat (1) KUHP, maka dengan ini pihaknya memohon 3 hal.


"Pertama, majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Banjarnegara yang menyidangkan perkara keempat terdakwa sebagaimana tersebut di atas untuk mengeluarkan penetapan pemanggilan paksa terhadap saksi atas nama Saudari Ratu Tisha Destria beserta surat perintah membawa yang bersangkutan dalam persidangan berikutnya dengan meminta bantuan pihak penyidik Kejaksaan/Polri," katanya.

Berita Terkait : Ketua KPSN: Semua Calon Ketum PSSI Hebat dan Berpengalaman

Ia juga memohon agar Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Banjarnegara yang menjadi penuntut atas perkara keempat terdakwa untuk bertindak.

"JPU sebagai penuntut umum untuk melakukan eksekusi penjemputan paksa terhadap saksi atas nama Saudari Ratu Tisha Destria beserta surat perintah membawa yang bersangkutan dalam persidangan berikutnya," katanya.

Berita Terkait : Elemen Pemuda dan Masyarakat Dorong KPSN Terus Bersihkan PSSI

Selain itu KPSN juga memohon Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Banjarnegara dan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Banjarnegara untuk membuat penetapan bahwa saksi atas nama Saudari Ratu Tisha Destria masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).


"JPU Kejari juga harus menetapkan Ratu Tisha Destria masuk DPO bilamana tidak dapat dihadirkan sebanyak 3 kali dalam persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Banjarnegara untuk diperiksa sebagai saksi," tandasnya. [WUR]