Trend Islam di AS (65)

Khitan di AS: Motif Medis

Nasaruddin Umar
Nasaruddin Umar

RMco.id  Rakyat Merdeka - Ternyata motif pelaksanaan khitan, khususnya kaum laki-laki, di AS bukan hanya motivasi agama tetapi motivasi lain, termasuk di antaranya ialah motivasi kesehatan dan motivasi keindahan dan kelezatan seksual.

Pada pelaksanaan khitan, kulit kepala zakar yang biasa disebut kulup, selain berpotensi menyimpan penyakit kelamin juga menyebabkan terjadinya pemancaran dini (ejaculatio seminis), sebab kepala penis yang berkulup lebih sensitif dari pada yang tidak berkulup.

Dengan demikian, khitan bagi laki-laki akan menambah kenikmatan dan memperlama berlangsungnya hubungan seksual.

Berita Terkait : Khitan Di AS: Motif Medis

Mungkin dengan alasan ini pula perkumpulan para dokter menyarankan kepada pemerintah negaranya masing-masing agar menyerukan khitanan massal guna membebaskan penyakit dan gangguan seksualitas di dalam masyarakat.

Umumnya paramedis berpendapat bahwa khitan secara umum dimaksudkan untuk penjagaan kesehatan (steinmetz), perlindungan bahaya persetubuhan (crawly), percobaan keberanian (barton), dan pernyataan keyakinan akan kelahiran kembali sesudah mati (frazer).

Namun yang dominan di dalam masyarakat Islam dan Yahudi bahwa khitan adalah perintah agama yang harus dilakukan.

Berita Terkait : Khitan Di AS: Teologi Khitan

Academy of Pediatrics pernah merilis bahwa koloni bakteri yang tumbuh dan berkembang di dalam kulit luar penis atau kulup pada 6 bulan pertama kehidupan menjadi faktor risiko peningkatan infeksi saluran kemih atau urinary tract infection (UTI).

Koloni bakteri tersebut akan berkurang dengan sendirinya setelah usia 6 bulan, hal tersebut dapat terjadi karena kulup dapat ditarik ke belakang seiring dengan pertambahan usia.

Dua sampai 10 persen insiden UTI ditemukan pada usia 6 bulan pertama dan kasus yang paling signifikan yaitu sebesar 21 persen terjadi pada bulan pertama kehidupan.

Berita Terkait : Islamophobia Dan AS

Mungkin atas dasar itu juga 1,2 juta bayi laki-laki disunat setiap tahunnya di AS. Pelaksanaan khitan disamakan dengan prosedur bedah terencana paling tua di dunia dan disarankan oleh ahli anatomi dan sejarawan hiperdifusionis Grafton Elliot Smith.
 Selanjutnya