Habis Caci Maki, Terbit Mimpi Kursi

Prof. Tjipta Lesmana
Prof. Tjipta Lesmana

 Sebelumnya 
Produksi dan harga daging sapi, cabe, bawang, jagung dan lain-lain menunjukkan angka yang bagus. Justru Menteri Pertanian yang sekarang berjibaku melawan para mafia pangan!

Ekspor pertanian menembus hingga Argentina. Data BPS menunjukkan Nilai Tukar petani kita 2014-2018 naik 0,43% dan Nilai Tukar Usaha Pertanian naik 5,45%. Inflasi bahan makanan 2017 hanya 1,26%, turun drastis dibandingkan 2014: 10,57%.

Terakhir, masih dalam debat calon presiden, Prabowo menuduh rakyat Indonesia semakin miskin karena tanah dikuasai segelintir elit. Hebatnya, Jokowi balik menohok Prabowo yang ternyata menguasai tanah seluas 1,3 juta hektar di Kalimantan.

Berita Terkait : Keamanan Papua Bukan Tanggung Jawab TNI Saja!

Prabowo yang ternyata seorang humoris balik menjawab lagi: “Kalau negara membutuhkan, saya bisa mengembalikan.” Jokowi tidak kehabisan akal: “Kalau mau mengembalikan, saya tunggu. Akan saya bagikan kepada rakyat kecil!”

Hampir setahun kampanye pemilu, yang resmi maupun ti dak resmi, menjadi tontotan ma syarakat. Serangan, tudingan, bahkan fitnah, lebih banyak datang dari kubu Prabowo.

Namun, setelah Mahkamah Kons titusi menjatuhkan putusannya pada akhir Juni yang lalu, tirai panggung raksasa pun diturunkan. Drama raksasa yang sangat panjang dinyatakan resmi berakhir. Setelah proses pemilu 2019 berakhir, dan Prabowo menerima kekalahannya, bahkan mengucapkan selamat kepada Presiden Jokowi, “drama” lain cepat sekali bergulir, drama dengan tema Rekonsiliasi Nasional.

Berita Terkait : Mendesak, Pelibatan TNI Mengatasi Terorisme

Jokowi bertemu langsung dengan Prabowo di gerbong MRT, disusul dengan makan soto dan sate di Senayan dalam suasana santai sekali. Rujuk kembali? Rekonsiliasi? Apa arti rekonsiliasi?

Silahkan Anda cari arti kata ini di kamus atau ensiklopedia. Yang jelas, masyarakat umum nya mengartikan rekonsiliasi “bagi-bagi kursi kabinet”. Makna paling dalam dari wacana “rekonsiliasi” menurut publik tidak lain orang-orang Prabowo duduk dalam kabinet Jokowi mendatang.

Begitulah perangai politisi: yang dicari selalu POWER, kekuasaan. Itu kata Aristotles sekitar 2.600 tahun yang lalu. Bukan hanya kubu Prabowo, para politisi koalisi Jokowi-Amin tidak berbeda: mereka ramai-ramai melantunkan lagu sama.

Berita Terkait : Tantangan Terberat Pemerintahan Jokowi Jilid Ke-2

“Kami siap membantu Pak Jokowi kalau diminta. Kader kami banyak yang cakap-cakap. Tapi semua itu terserah Presiden Jokowi, sebab pengangkatan menteri hak prerogatif Presiden”, begitu syair lagu yang dilantunkan para pimpinan partai-partai koalisi Jokowi-Amin dewasa ini. Lagu yang dinyanyikan kubu Prabowo lebih elite.

Usai Prabowo selaku Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra menggelar pertemuan dengan pengurus inti partai, Wakil Ketua Umum Sufmi Dasco Ahmad mengemukakan kepada media bahwa Gerindra bisa membantu pemerintah terutama di bidang kemandirian pangan.

“Kita punya konsep bagaimana memperkuat pangan Indonesia” yang tempo hari dituding jelek program kerja Pemerintah Jokowi. “Konsep kemandirian pangan, ketahanan energi. Pokoknya itu jadikan satu konsep. Kalau konsep mandiri-mandiri itu kemudian diterima (oleh Jokowi-Ma’ruf), lalu kan nanti akan dihitung bidangnya berapa, orangnya berapa, kan begitu.”
 Selanjutnya