Menggapai Haji Mabrur (1)

Makna Spiritual Haji (1)

Nasaruddin Umar

RMco.id  Rakyat Merdeka - Istilah haji berasal dari akar kata haja-hajwan, berarti mengunjungi, menyenga ja, mendorong, mendiami. Dari akar kata ini haji dimaknai sebagai kegiatan ibadah dengan cara mengunjungi Baitullah dan tempat-tempat tertentu seba gaimana dituntunkan Rasulullah SAW. 

Haji secara populer diartikan sebagai rukun Islam kelima yang wajib dilakukan seorang muslim/muslimah yang memenuhi berbagai syarat sebagaimana ditetapkan oleh Syari’ah. Ibadah haji ialah melakukan ritual di tempattempat tertentu, yakni baitullah, tempat sa’yi (mas’a), Muzdalifah, Mina, dan Arafah dalam waktu yang telah ditentukan, yaitu bulan Syawal sampai sepuluh hari pertama bulan Zulhijah. 

Berita Terkait : Makna Spiritual Haji (2)

Amal ritual yang dilakukan ialah thawaf mengelilingi ka’bah, melaksanakan Sa’yi, yaitu berjalan bolak-balik antara bukit Shafa dan Marwah, wukuf di ‘Arafah, mabit di Muzdalifah, dan melontar jumrah di Jamarat, dan mabit di Mina. 

Sedangkan umrah diawali dengan mengambil miqat di daerah yang telah ditentukan, kemudian berturut-turut melakukan bethawaf di ka’bah, perjalanan bolak-balik di medan Sa’yi, dan dilakukan sesuai dengan ketentuan sebagaimana ditetapkan di dalam Al-Qur’an dan Hadis. 

Berita Terkait : Peran Imam

Prasyarat meraih haji mabrur terlebih dahulu harus meraih haji maqbul dan maqbulnya haji ditentukan oleh pemenuhan rukun, syarat sah, dan syarat wajib haji. Inti syaratsyarat tersebut ialah: Beragama Islam, Dewasa atau akil-balig, waras (tidak gila), merdeka (bukan budak), dan mampu melaksanakan ibadah haji (istitha’ah). 

Makna istitha’ah ialah mampu secara jasmani dan rohani, memiliki kemampuan ekonomi, baik biaya ONH maupun biaya untuk keluarga yang akan ditinggalkan, dan tidak terdapat hal-hal yang bersifat mudharat seperti gangguan keamanan di sepanjang perjalanan. Akan lebih bagus jika seorang jamaah haji perempuan atau orang-orang masalah lainnya didampingi oleh muhrim atau orang yang dapat dipercayai menurut syari’ah. 

Berita Terkait : Islam Jalan Tengah

Rukun haji wajib dipenuhi karena kalau tidak maka gugur keabsahan ibadah haji. Seorang calon jamaah haji harus menunaikan semua rukun haji yang terdiri atas ihram, wuquf di ‘Arafah, thawaf di depan ka’bah, melakukan Sa’yi dan tahallul. 
 Selanjutnya 

RM Video