Menggapai Haji Mabrur (7)

Memahami Simbol-simbol Haji

Nasaruddin Umar

RMco.id  Rakyat Merdeka - Haji sangat kaya dengan peristiwa simbolik. Siapapun yang ingin merasakan nikmatnya haji dan umrah sebaiknya memahami simbol-simbol yang ada di dalamnya.

Haji sebagai lambang drama kosmik, yang menceritakan jatuhnya nenek moyang kita Adam dari syurga kenikmatan ke bumi penderitaan melibatkan pemeran utama yaitu malaikat, iblis, Adam, Hawa, Ibrahim, Ismail, Hajar, Nabi Muhammad SAW.

Selama ini kita secara lugu memahami drama ini sebagai peristiwa faktual sebagaimana ditemukan di dalam kitab-kitab tafsir sunny mu'tabarah.

Berita Terkait : Memahami Makna Simbolik Haji: Kabah (1)

Di sana ada Iblis sebagai aktor paling berpengaruh menyebabkan peristiwa kejatuhan itu terjadi. Paling jauh kita difahamkan bahwa drama kosmik ini pelajaran penting bagi anak cucu Adam agar jangan jatuh di lubang yang sama.

Jika ingin kembali ke syurga yang pernah dicicipi nenek moyang kita, maka kita harus mengikuti ajaran Islam yang berisi tuntunan, perintah, dan larangan.

Al-Qur'an turun ke bumi untuk mengembalikan manusia ke kampung halamnnya di syurga. Tidak ada artinya kita membumikan Al-Qur'an jika tidak mampu melangitkan manusia.

Berita Terkait : Memahami Makna Simbolik Haji: Ka`bah (2)

Fungsi utama Al- Qur’an ialah melangitkan kembali manusia setelah jatuh ke dalam lumpur duniawi.

Menarik disimak apa yang dikemukakan oleh Abd Razzaq al-Kasyani dalam kitab Al-Ta'wilat-nya bahwa drama kosmik itu lebih bermakna metaforis.

Para aktor dan pemeran utama yang terlibat di dalam drama tersebut bukan figur personal tetapi lebih bermakna simbolis-metaforis. Kasyani tidak menafikan makna eksoterik namun ia sendiri lebih menekankan makna esoterik ayat-ayat drama kosmik.

Berita Terkait : Memahami Makna Simbolik Haji: Kabah (3)


Kasyani mengonotasikan Adam dengan hati (qalb), Hawa dikonotasikan dengan jiwa (nafs), dan Iblis dikonota- sikan dengan intuisi indrawi (wahm).

Adam dikonotasikan dengan hati atau kalbu karena ia telah diajarkan nama-nama semuanya (wa 'allam Adam al-asma' kullaha). Dengan demikian Adam menjadi maklum akan ciri dan identitas benda-benda serta manfaat, resiko, dan bahayanya.
 Selanjutnya