Menggapai Kemabruran Haji (14)

Memahami Makna Simbolik Haji: Multazam

Nasaruddin Umar

RMco.id  Rakyat Merdeka - Multazam berasal dari Bahasa Arab, dari kata lazima-yalzamu berarti tetap, pasti, dan wajib, kemudian membentuk kata multazam berarti sesuatu yang dimintai pertanggungan jawab. Multazam sebagai nama sebuah tempat yang terletak antara Hajar Aswad dan 

Pintu Ka’bah dihubungkan dengan hadis Nabi yang mengatakan: “Multazam adalah tempat berdoa yang dikabulkan (mustajabah), tak seorang pun hamba Allah yang berdoa di tempt ini tanpa terkabulkan doanya”. 

Disebut Multazam karena seolah ada kepastian dan ketetapan, siapapun yang bermohon di tempat itu maka Allah akan mengijabah doadoanya. Para sahabat menjadikan tempat ini sebagai salah satu tepat Khusus untuk berdoa. 

Dalam suatu riwayat sebagaimana diungkapkan di dalam Sunan Abi Dawud, dari Amr bin Syu’aib dari ayahnya berkata: “Saya (menunaikan) thawaf bersama Abdullah, ketika sampai di belakang Ka’bah, saya berkata: “Apakah kita tidak berlindung?” (Beliau) berkata: “Kita berlindung dengan (Nama) Allah dari neraka.” 

Berita Terkait : Memahami Makna Simbolik Haji: Hijir Ismail

Ketika telah lewat, saya menyentuh hajar (aswad), dan berdiri di antara rukun (hajar aswad) dan pintu (Ka’bah). Maka (beliau) menaruh dada, wajah, lengan dan kedua tangannya begini dan membentangkan lebar keduanya. 

Kemudian berkata: “Beginilah saya melihat Rasulullah Saw melakukannya”. Di Multazam inilah biasanya kita dianjurkan untuk shalat dua rakaat setelah melakukan thawaf tujuh kali putaran.  Dalam buku-buku manasik haji disuguhkan redaksi doa yang sebaiknya dibaca saat kita berdoa di tempat ini setelah melaksanakan shalat dua rakaat. 


Hanya saja perlu hati-hati karena tempat ini sangat terbatas dan di musim haji hampir sulit shalat di pelataran Ka’bah di arah Multazam. Shalat dan doa juga dapat dilakukan dalam garis lurus ke belakang, tempat lebih memungkinkan kita shalat lebih aman dan tenang sambil berdoa secara khusyuk. 

Di sebelah kanan Multazam di situ ada tempat air minum Zamzam yang dianjurkan untuk diminum seusai melakukan thawaf. Doa yang banyak dipanjatkan di tempat ini secara turun temurun semenjak dari masa sahabat hingga sekarang ialah sebagai berikut: “Ya Allah, Tuhan kami, sesungguhnya saya adalah hambaMu dan anak dari hamba-Mu, anak budak-Mu. 

Berita Terkait : Memahami Makna Simbolik Haji: Maqam Ibrahim

Engkau bawa kami dengan apa yang telah Engkau jalankan kepadaku dari makhluk-Mu. Dan Engkau jalankan diriku dari negeri-Mu sehingga Engkau sampaikan dengan nikmat-Mu ke rumah-Mu. Dan Engkau bantu kami agar dapat menunaikan manasikku. 

Kalau sekiranya Engkau ridha kepada diriku, maka tambahkanlah kepadaku keridhaan-Mu. Kalau sekiranya (belum), maka dari sekarang (berikanlah) keredhaan kepadaku sebelum meninggalkan rumahMu (menuju) rumahku. 

Ini adalah waktu kepergianku, jikalau Engkau mengizinkan kepadaku tanpa (ada rasa) menggantikan dari diri-Mu, juga rumah-Mu, dan (tidak ada perasaan) benci kepada-Mu dan pada rumahMu. Ya Allah, Tuhanku. 

Sertakanlah kepada diriku kesehatan pada badanku, dan kesehatan di tubuhku serta jangalah agamaku, dan perbaikilah tempat kembaliku, berikanlah rezeki (dengan) ketaatan kepadaMu selagi saya (masih) hidup. Dan gabungkanlah untuk diriku kebaikan dunia dan akhirat. Sesungguhnya Engkau terhadap sesuatu Maha Mampu”. 

Berita Terkait : Memaknai Makna Simbol Haji: Thawaf (1)

Multazam sangat popular di kalangan jamaah haji dan umrah asal Indonesia, karena di tempat ini sering orang meminta untuk didoakan. Para keluarga yang ditingalkan selalu menitip untuk didoakan di Multazam agal hajat dan atau masalahnya diselesaikan oleh Allah SWT dengan mudah. 


Termasuk orang sering berdoa meminta jodoh, anak keturunan dan perbaikan karier. Di Multazam memang ada dasarnya dari Nabi sebagai salahsatu tempat mustajabah untuk berdoa. ***