Menggapai Kemabruran Haji (20)

Memahami Makna Simbolik Haji: Misteri Air Zamzam

Nasaruddin Umar
Nasaruddin Umar

RMco.id  Rakyat Merdeka - Kini makin banyak menemukan rahasia di balik Air Zamzam. Mata air misteri dalam sejarah bukan hanya sumur Zamzam. Mata air yang mirip cerita air Zamzam ialah mata air yang secara tidak sengaja dilakukan oleh Nabi Ayyub. Ketika penyakit yang diderita Nabi Ayyub mencapai puncaknya, sekujur tubuhnya dikerumuni belatung dan membusuk, akhirnya orang-orang di sekitarnya membuangnya ke sebuah gua di luar perkampungan. Di gua inilah Nabi Ayyub tinggal seorang diri tanpa bekal. 

Dalam kitab-kitab Tafsir banyak diceritakan, belatung yang jatuh dari tubuhnya dipasang kembali sambil berucap: ”Wahai belatung, dulu kalian musuh saya, sekarang menjadi sahabat saya. Satu-satunya yang mau menemani saya dikegelapan goa ini hanya kalian. Hiduplah kalian di dalam tubuhku dengan tenang”. Tidak lama kemudian di bawah kedua tumit Nabi Ayub tiba-tiba muncul mata air yang jernih dan sejuk. Nabi Ayyub minum dan membersihkan tubuhnya dengan air ajaib ini dan perlahan-lahan penyakitnya sembuh, bahkan kulitnya tumbuh seperti dahulu, bersih dan tanpan. 

Berita Terkait : Memahami Makna Simbolik Haji: Misteri Air Zamzam (2)

Akhirnya Nabi Ayyub turun gunung lalu bergabung kembali dengan umatnya, termasuk rujuk kepada isterinya yang pernah ikut membuangnya, setelah ia diberi hukuman berupa hukuman cambuk dari ikatan rumput. Kita tidak tahu di mana letak mata air Nabi Ayyub ini. Namun di kawasan pemakaman Nabi Ayyub di antara kota Amman dan Palestin, penduduk setempat mengklaim oasisnya sebagai oasis Nabi Ayyub. Nasib sumur ini sekarang kita tidak tahu karena di sekitar itu sedang berkecamuk perang saudara. Semoga saja situs bersejarah ini tidak dirusak. Tidak jauh dari sumur ini terletak makam Sekh Al-Nawawi, ulama besar pengarang kitab Riyadh al- Shalihin, kitab wajib bagi Pondok Pesantren di Indonesia. 

Di samping cerita tentang air Zamzam, masih banyak lagi cerita lain, misalnya perjumpaan seseorang dengan orang misteri, seperti berjumpa dengan keluarga yang sudah meninggal atau orang-orang yang tidak menunaikan jamaah haji di kampungnya. Cerita ditolong oleh orang-orang misteri ketika dalam kesulitan, dan cerita-cerita aneh lainnya. Cerita semacam ini bukan hanya cerita jamaah haji Indonesia tetapi menjadi cerita universal bagi hampir seluruh jamaah haji dunia. Jika hal itu benar, maka tepat sekali ayat yang menyatakan bahwa di sekitar Masjid Haram penuh berkah dari Allah Swt, sebagaimana disebutkan dalam ayat: ”Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al Masjidilharam ke Al Masjidilaksa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat”. (Q.S. al-Isra’/17:1). 

Berita Terkait : Memahami Makna Simbolik Haji: Asal Usul Air Zamzam

Penulis sesungguhnya orang yang tidak gampang percaya cerita-cerita aneh seperti ini. Akan tetapi setelah menyaksikan sendiri bahkan mengalami sendiri, maka saya akhirnya percaya, jangan-jangan ini antara lain maksud ayat ”Mekkah penuh berkah” (bakkah mubarakah) dalam Q.S. Ali ’Imran/3:96 atau ”Allah memberkahi di sekitarnya” (alladzi barakna haulah) dalam Q.S. Al-Isra’/17:1. Apalagi dengan akronim yang sejak semula melekat pada kedua kota nabi ini, yaitu: ”Mekkah Keramat” (Makkatul Mukarramah) dan ”Madinah Mencerahkan” (Madinatul Munawwarah). 

Pengalaman batin yang penuh misteri sebetulnya kurang etis untuk dibicarakan kepada orang lain, apalagi dalam bentuk publikasi seperti ini. Namun karena cerita seperti ini juga memiliki unsur syi’ar dan dakwah, maka kiranya pengalaman batin seperti ini bisa menambah rasa ta’jub dan kagum kita kepada kekuasaan Allah Swt.***