Keputusan Presiden Trump dan APBN Kita

Prof. Tjipta Lesmana

RMco.id  Rakyat Merdeka - Dari perspektif politik luar negeri, Presiden Amerika Serikat Donald Trump bisa dikelompokkan kedua aliran: hawk dan dove, atau rajawali dan merpati.

Aliran hawk adalah mereka yang menjalankan politik luar negeri keras, tidak pernah takut dengan negara lawan mana pun, selalu tidak ragu-ragu menyerang/ membombardir negara lain yang dinilai tidak mau tunduk pada Amerika.

Sebaliknya, pemimpin jenis merpati adalah sosok yang “penakut”, berpikir panjang sebelum mengambil tindakan, nyaris tidak berani menghancurkan negara yang dinilai berani melawan Amerika.

Presiden dari Partai Republik, umumnya, beraliran “rajawali”. Richard Nixon, Ronald Reagan, George Bush dan Donald Trump, semua termasuk hawk.

Berita Terkait : Mengatasi Papua

Reagan pernah menyerbu negara kecil, Panama, dan “mencomot” Presidennya gara-gara dituding menutup akses Terusan Panama bagi kapal-kapal tanker milik Amerika.

Amerika di bawah kepemimpinan George Bush pernah membombardir Irak karena Presiden Saddam Hussein dituding:

(a) Bermain mata dengan Osama bin Laden, teroris nomor wahid yang dicari-cari AS, dan

(b) Diam-diam menumpuk senjata pemusnah massal (senjata kimia).

Berita Terkait : Habibie, Pemimpin Yang Tak Pernah Berhenti Bekerja

Trump pernah mengancam menyerang Korea Utara kalau negara ini tidak menghentikan percobaan-percobaan senjata nuklirnya; mengancam akan mem bangun semacam “tembok Berlin” di sepanjang perbatasan AS-Meksiko.

Ia malah pernah mengeluarkan kebijakan melarang warga 7 negara Islam masuk ke AS, karena negaranegara ini dituding teroris.

Saat ini, Trump sedang menimbang-nimbang apakah pesawat-pesawat tempur AS akan segera menyerang Iran karena pemerintah Iran dituding di balik 2 serangan maut pesawat tanpa awak, drone, yang menghancurkan kilang minyak raksasa Aramco di baratdaya kota Riyadh, 14 September lalu.

Aramco adalah salah satu kilang minyak terbesar di dunia. Saudi hampir kehilangan 25% produksi minyaknya akibat serangan maut itu.

Berita Terkait : KPK, Jangan Dimatikan

Secara global, produksi minyak diperkirakan turun 7% karena pemboman kilang Aramco.

Pemerintah Amerika sangat gusar atas serangan ini. Dengan cepat Iran dituding negara di balik penghancuran kilang minyak Aramco.

Pemerintah Iran membantah keras. Samar-samar Iran mengalihkan perhatian Washington ke faksi-faksi yang berperang di Yaman, khususnya kelompok pejuang Ansar Allah, atau Houthi.
 Selanjutnya 

RM Video