DR Ki Rohmad Hadiwijoyo
DR Ki Rohmad Hadiwijoyo

RMco.id  Rakyat Merdeka - Pengumuman menteri-menteri baru Kabinet Indonesia Maju dibacakan langsung oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) didampingi Wakil Presiden KH Ma’ruf Amin di beranda Istana minggu lalu. Formasi para menteri duduk lesehan sambil tangannya “ngapurancang”di anak tangga.

Sedangkan pengumuman wakil menteri baru dibacakan hari berikutnya. Para wakil menteri juga didaulat untuk duduk “ngapurancang” sambil tangannya memegang dasi di lehernya. Mereka yang terpilih menjadi menteri dan wakil menteri merupakan putra-putri terbaik bangsa.

Presiden Jokowi memiliki hak prerogatif untuk menentukan siapa saja yang pantas menjadi pembantu presiden lima tahun mendatang.

Apa makna di balik lesehan dan duduk ngapurancang, Mo,” tanya Petruk penasaran. Romo Semar tidak serta merta menjawab pertanyaan Petruk. Semar asyik membaca komentar-komentar pro dan kontra susunan kabinet baru Jokowi.

Berita Terkait : Larangan Memakai Makutho

Udara dingin akibat guyuran hujan semalam masih terasa. Kopi pahit dan ubi rebus tidak mampu mengusir dinginnya pagi itu. Melihat bagaimana Presiden Jokowi memberikan arahan para menteri-menterinya mengingatkan adegan paseban jawi dalam pagelaran wayang kulit.

Kocap kacarito, dalam jejer pertama seorang raja memimpin langsung rapat di pesewakan agung. Agenda penting yang memimpin pasukan. dibahas raja bersama patih dan penasehat raja.

Pembahasan mulai dari isu keamanan, kesejahteraan, setoran glondong pengareng-pengareng dan kondisi rakyatnya. Visi misi seorang raja harus bisa membuat kerajaannya “gemah ripah loh jinawe”. Sehingga rakyatnya makmur tidak kelaparan.

Setelah raja selesai bersabda, rapat agung dibubarkan. Adegan berikutnya adalah paseban jawi. Pada adegan ini biasanya raja tidak ikut dan sepenuhnya menjadi wewenang patih kerajaan. Rapat paseban jawi diadakan di beranda samping istana di mana para pembantu raja mulai dari tumenggung dan senopati duduk ngapurancang.

Berita Terkait : Parikesit Jumeneng Ratu

Sedangkan patih kerajaan berdiri ditangga paling atas sambil memberikan tugas-tugas atau job description kepada bawahannya. Mulai dari strategi perang dan siapa Setelah Patih memberikan arahan tugas, berikutnya adalah “budalan”. Budalan artinya dimulainya tugas-tugas berat yang menjadi tanggung jawabnya.

Dalam sesi ini sudah tidak ada lagi program perkenalan. Seorang menteri harus segera mulai bekerja dengan kemampuan yang dimilikinya. Kalau seorang pembantu raja tidak bisa bekerja, maka adegan berikutnya adalah “perang gagal”.

Di mana seorang dinyatakan gagal dan tidak lulus dalam mengemban tugas-tugas yang diberikannya. Bagi para pembantu raja yang lolos ujian perang gagal, masih harus menghadapi ujian lebih berat yaitu “Gorogoro”.

Pada fase goro-goro tantangan dari berbagai sisi akan muncul. Ujian dan tantangan paling berat justru datang dari diri sendiri. Gejolak nafsu pribadi seorang dapat digambarkan dengan adegan perang kembang.

Berita Terkait : Selimut Sakti Penusukan Sultan

Kalau manusia mampu menghadapi nafsunya sendiri maka lulus ujian perang kembang. Sehingga dapat menemukan jati dirinya sebagai abdi dan pembantu raja yang baik.

“Lalu apa maknanya, Mo. Pak Jokowi rapat sambil lesehan,” celetuk Petruk. “Itu bisa dimaknai sebagai watak laku membumi. Jokowi mengingatkan kepada para menterinya mengabdi kepada rakyat harus dekat dengan rakyat.

Posisi tangan ngapurancang artinya siap kerja. Begitu pula para wakil menteri mengenakan dasi melingkar di leher. Itu dimaknai “ready to serve”. Para profesional mengenakan dasi melingkar di leher artinya dirinya siap bekerja dan siap menerima perintah,” sahut Romo Semar. Oye ***