Menggapai Kesejukan Beragama (38)

Menghindari Budaya Hasut (2)

Nasaruddin Umar

RMco.id  Rakyat Merdeka - Kalangan ilmuan yang sukses tidak luput juga dari obyek hasutan. Kadang-kadang penghasut meremehkan hasil penelitian seorang ilmuan hanya lantaran tidak senang melihat orang itu popular.

Ahli agama juga tidak luput dari hasut. Misalnya seorang pemimpin agama yang sukses, hanya karena yang bersangkutan bukan dari golongannya, maka ia menghasutnya dengan berbagai cara, termasuk menuduhnya dengan golongan yang banyak tidak disukai orang. Tidak sedikit orang dihasut sebagai orang syi’ah, Jaringan Islam Liberal, Aliran Sesat, dan berbagai akronim menjatuhkan lainnya.

Berita Terkait : Menjauhi Politik Fitnah

Yang paling berbahaya jika hasut dilegitimasi dengan bahasa agama. Misalnya, seseorang diserang dengan menggunakan alasan gama, bisa membuat orang itu diamuk massa, bahkan bisa membuat nyawa orang melayang. Banyak contoh kasus di Indonesia, seorang korban pendhaliman menyebabkan kematian karena dihasut dengan logika agama. Kita masih ingat dalam kasus penyerangan kelompok Jamaat Ahmadiyah Indonesia (JAI) di beberapa tempat di Indonesia, menyebabkan beberapa orang meninggal.

Banyak lagi kasus lain yang dihasut sebagai penganjur aliran sesat dihabisi massa. Tidak sedikit sejumlah tokoh besar tingkat nasional dihasut dengan tema agama menyebabkan orang itu jatuh. Akan tetapi sudah sering kita juga menyaksikan seorang tokoh juga ikut melakukan praktek hasut yang sangat mengecewakan.

Berita Terkait : Menghindari Budaya Hasut (1)

Seseorang yang difitnah dengan aliran sesat atau terindikasi aliran tercela, maka sulit orang itu akan bangkit lagi. Inilah bahaya hasut, dan benar kata Nabi Muhammad SAW bahwa perbuatan hasut bagaikan api yang sanggup membakar habis kayu bakar.

Dalam sistem hukum dan perundang-undangan kita, perbuatan hasut bisa diancam dengan pasal-pasal pidana, tergantung tingkat dan jenis perbuatan hasut itu. Jika hasut itu menjurus kepada fitnah atau penyebaran berita bohong maka itu sudah pasti diancam dengan sejumlah pasal-pasal pidana, sebagaimana dijelaskan dalam artikel terdahulu. Perlu Gerakan moral dari berbagai pihak, khususnya dari tokohtokoh agama untuk memompakan semangat anti hasut dan para saat bersamaan penegakan hukum terhadap para penghasut dan penista perlu ditegakkan tanpa pandang buluh. ***