Nasaruddin Umar
Nasaruddin Umar

RMco.id  Rakyat Merdeka - Dalam medan perang sekalipun, Nabi Muhammad SAW selalu mengingatkan agar di medan perang sekalipun tata krama tetap harus ditegakkan. Nabi selalu mewanti-wanti pasukannya sebelum berangkat ke medan perang untuk tidak merusak rumah ibadah, menebang atau membakar pohon atau tanaman, membunuh anak kecil dan orangtua bangka. Jika orang sudah angkat tangan dan menyerah lalu mereka meminta perjanjian damai, maka harus diterima.

Dalam keadaan orang lain sudah tidak berdaya, tidak boleh melakukan pembantaian. Lain halnya kalau mereka melawan atau menyerang, maka itu termasuk pengecualian dan kalau ada yang jatuh korban, maka itu yang disebut resiko peperangan.

Berita Terkait : Jangan Melecehkan Artribut Agama Lain (1)

Bagi harta kekayaan yang sudah telanjur diduduki oleh massa mayoritas, maka kelompok minoritas yang hak-haknya dirampas seharusnya menjadi tanggung jawab pemerintah untuk menegakkan keadilan.

Jika dipandang perlu sebagai satu-satunya jalan, pemerintah meruislah lahan kelompok yang teraniaya ke tempat lain yang lebih aman dan sama dengan kedudukan dan sifat lahan yang diduki penduduk tadi.

Berita Terkait : Berikan Haknya Umat Lain (1)

Jika rumah tinggal mereka dibakar maka pemerintah harus ikut bertanggung jawab untuk mencarikan jalan keluar dari warga yang terdhalimi. Sekecil apapun kelompok masyarakat, bahkan sesesat apapun mereka, selayaknya sebagai warga negara Indonesia harus diberi perlindungan jiwa dan keselamatan diri dan keluarga korban.

Tidak terbayang bagaimana saudara sebangsa dan setanah air kita yang sama-sama beragama Islam, lalu dianggap sesat dan kafir, kemudian hartanya dijarah. Na’udzu billah min dzalik. ***