Menggapai Kesejukan Beragama (57)

Menjadi Manusia Proaktif (1)

Nasaruddin Umar
Nasaruddin Umar

RMco.id  Rakyat Merdeka - Perkembangan zaman yang begitu cepat tidak bisa dihadapi dengan sikap reaktif, tetapi harus dengan sikap yang proaktif.

Salah satu keunggulan Nabi Muhammad SAW yang menempatkannya sebagai The Best Persons di antara manusia yang pernah lahir dari perut bumi ini ialah pribadinya yang efektif.

Berita Terkait : Mengenal Siyasah Syar`iyyah (1)

Manusia efektif ialah manusia yang proaktif. Manusia reaktif tidak akan pernah menjadi manu-sia efektif. Karena itu, Islam dan agama-agama lain memotifasi umatnya untuk menjadi manusia efektif.

Islam selalu menyerukan kepada pemeluknya untuk hijrah dari sikap dan karakter reaktif ke sikap dan karakter proaktif.

Berita Terkait : Bersahabat dengan Globalisasi

Banyak ayat dan hadis menyerukan manusia untuk bersikap proaktif, yang ditandai dengan pendisiplinan diri, khususnya menghargai waktu. Bahkan ada satu surah tersendiri di dalam Al-Qur’an menegaskan pentingnya menghargai waktu, yaitu surah al-‘Ashr (Demi waktu).

Manusia proaktif ditandai dengan pola pikir dan perilakunya lebih besar ditentukan oleh diri sendiri, bukan oranglain. Produk pilihan sadarnya yang berkerja lebih kuat dan lebih mengacu kepada standar nilai, bukan standar perasaan. ***