Menggapai Kesejukan Beragama (60)

Mengenal Siyasah Syar`iyyah (1)

Nasaruddin Umar
Nasaruddin Umar

RMco.id  Rakyat Merdeka - Meskipun kata siyasah (politik) tidak sekalipun disinggung di dalam Al-Qur’an tetapi Islam tetap mengenal konsep dan etika politik.

Islam mengenal konsep kepemimpinan dan pemerintahan yang sering diistilahkan dengan Siyasah Syar’iyyah, yaitu konsep politik yang mengatur hubungan antara pemimpin dan rakyat, termasuk prinsip-prinsip suksesi kepemimpinan.

Di dalam Siyasah Syar’iyyah ini juga diatur pembatasan kewenangan pemimpin dan kepala negara, termasuh hak dan kewajiban warga negara dan hubungan antar negara.

Berita Terkait : Apakah Nasionalisme Paralel dengan Islam? (1)

Bahkan sejumlah negara muslim memperluas cakupan Siyasah Syar’iyyah ke wilayah penataan ekonomi dan segala hal yang menyangkut hajat umat sebagai warga negara.

Kata siyasah sendiri menurut kalangan ahli Bahasa Arab berasal dari akar kata sasa-yasusu-siyasatan, berarti mengatur, memerintah atau melarang.

Siyasah adalah suatu aktivitas yang dilakukan seseorang, sekelompok masyarakat, atau negara guna memperbaiki keadaan yang buruk menjadi baik, dan yang baik menjadi lebih baik.

Berita Terkait : Menjadi Manusia Proaktif (1)

Di kalangan ulama Fikih, siyasah biasa diartikan sebagai interaksi yang dilakukan oleh seorang pemimpin secara evolusioner untuk mencapai satu kemaslahatan, sungguhpun tidak diperkuat oleh ayat-ayat Al-Qur’an dan hadis.

Dekade terakhir semakin banyak kosa kata politik Islam (Siyasah Syar’iyyah) masuk menjadi kosa kata popular di In-donesia, seperti kata Siyasah Al-Syar’iyyah itu sendiri, Dar Al-Salam, Dar Al-Amn, Dar Al-Harb, Ahl Al-Zimmah, dan lain-lain.

Bahkan sejak awal terbentuknya NKRI sudah diperkenalkan beberapa konsep kenegaraan. Kata Majlis Permusyawaratan Rakyat (MPR) dan Dewan Perwakilan Rayat (DPR) yang sangat dikenal di dalam masyarakat berasal dari bahasa Siyasah Syar’iyyah, yaitu kata majlis (Arab: tempat duduk, kursi), permusyawaratan (Arab: bermusyawarah), ra’yah (warga, pen duduk); diwan (Arab: Dewan), perwakilan (Arab: wakil, representase), ra’yah (warga, penduduk).

Berita Terkait : Bersahabat dengan Globalisasi

Siyasah Syar’iyyah atau politik Islam sulit digambarkan dengan penjelasan kata-kata. Akan tetapi dapat diilustrasikan dengan konsep shalat jama’ah.

Di dalam shalat berjama’ah ada tiga unsur yang sangat penting untuk diperhatikan, yaitu imam, ma’mum, dan imamah. Imam (pemimpin) yang berwibawa dan dengan syarat-syarat ketat yang harus dipenuhi. ***