Garuda Dan Tuna Moralitas

Prof. Tjipta Lesmana
Prof. Tjipta Lesmana

RMco.id  Rakyat Merdeka - Moralitas, secara sederhana, adalah prinsip-prinsip tentang perilaku yang benar dan salah. Moralitas juga merujuk pada karakter manusia yang baik dan tidak baik. Nilai-nilai moralitas sangat penting dalam kehidupan manusia. Jika seseorang tidak pernah belajar tentang moralitas, bagaimana ia tahu dan bisa membedakan antara yang baik dan tidak baik.

Orang sering keliru menafsirkan istilah “moral” atau “moralitas”, yaitu mengasosiasikannya dengan perilaku seksual. Padahal perilaku seksual yang baik dan tidak baik hanyalah salah satu aspek dari nilai moral secara umum.

Nilai moral lebih krusial lagi bagi seorang pemimpin. Seorang akademisi, bahkan, menulis bahwa syarat paling utama dari seorang pemimpin adalah moralitas yang tinggi. Kalau tidak tinggi, setidaknya sang pemimpin memiliki kepekaan tinggi terhadap moralitas. Sedemikian tinggi sehingga perilaku bermoral sudah “build-in” dalam kehidupannya sehari-hari.

Berita Terkait : Ekonomi Yes

Ketika foto mantan Direktur Utama Garuda Indonesia, Ari Askhara, berseragam pilot Garuda viral dengan wajah senyum, lengkap dengan arloji merek Richard Mille di pergelangan tangan kirinya, siapa saja yang belajar moralitas dapat menarik kesimpulan: Ari boleh jadi tipe pemimpin yang bermasalah dengan moralitasnya.

Mungkin ada yang spontan memprotes dan menghantam pendapat seperti itu! Kenapa moralitas seorang Dirut Garuda dipersoalkan hanya karena memamerkan arloji seharga Rp 7 milyar di depan publik? Anda tidak tahu berapa gaji per bulan Dirut Garuda Indonesia? Namun jika dikaitkan dengan kasus penyelundupan motor mewah Harley Davidson yang diduga kuat melibatkan Direktur Utama Garuda dan 3 anggota Direksi lainnya, pengungkitan soal moralitas kiranya tidak berlebihan.

Setelah Menteri BUMN, Erick Thohir mengambil tindakan tegas terhadap jajaran Direksi Garuda, macam-macam cerita negatif yang menimpa Ari terbongkar semua dan viral ke mana-mana. Dari semua cerita yang viral, kisah dugaan selingkuhnya dengan seorang pramugari Garuda mungkin yang “paling hot”. Sang pramugari diibaratkan Cleopatra, perempuan cantik dengan latar-belakang buruk yang tiba-tiba menjadi very powerful karena menjadi selir Kaisar...

Berita Terkait : Inilah Gaya Komunikasi Presiden Kita

Garuda Indonesia, tampaknya, sudah lama jadi sapi perahan Direksinya sendiri. Masih ingat kasus yang menimpa Dirut Garuda Indonesia, Emirsyah Satar yang terungkar Januari 2017?

Emirsyah Satar ketika itu salah satu CEO kondang di Republik Indonesia. Ia malang melintang di forum seminar, jadi pembicara dan memberikan kuliah umum. Ia memperoleh beragam penghargaan tingkat nasional dan internasional. Pendek kata, Emirsyah semacam “brand” jaminan mutu, yang kabarnya, berhasil membawa Garuda Indonesia dari perusahaan yang dililit utang hingga meraih untung besar.

Namun, Garuda tiba-tiba dililit oleh kasus pengadaan pesawat dan mesin pesawat dari Airbus S.A.S dan Rolls-Royce P.L.C untuk PT Garuda Indonesia yang merugikan negara hingga Rp 100 milyar, menurut taksiran KPK. Febri Diansyah, Jubir KPK, beberapa hari yang lalu mengatakan “Kami mengidentifikasi ternyata dugaan aliran dana itu bukan hanya Rp 20 miliar. Setelah kami cek, ada puluhan rekening totalnya kurang-lebih dugaan aliran dana itu Rp 100 miliar termasuk pada tersangka yang sudah ditetapkan saat ini.” Nama Emirsyah Satar tiba-tiba rontok dari ketinggian langit sampai ke rumah tahanan dengan status tersangka. Tapi, KPK kadang memang mengenaskan kinerjanya: 2 tahun lebih jadi tersangka, Emirsyah belum juga diseret ke pengadilan tipikor.
 Selanjutnya