Nasaruddin Umar
Nasaruddin Umar

RMco.id  Rakyat Merdeka - Kalau suara terpilih 4:2 dan yang dua orang itu menolak, maka bunuh orang itu. Kalau perolehan suara yang dipilih draw 3:3, Umar meminta Abdullah yang menentukannya. Tetapi kalau pilihan Abdullah ditolak, ia minta siapa yang dipilih oleh Abdurrahman bin ’Auf.

Kalau ada yang menolak pilihan itu bunuh, kata Umar. Ternyata suara yang berkembang dari tim formatur itu muncul dua nama, yaitu ’Utsman bin ’Affan dan ’Ali bin Abi Thalib.

Ketika Ali ditawari oleh tim formatur, maka Ali merendah (tidak tegas), dan giliran Utsman didatangi dia menjawab dengan tegas, ”saya bersedia”. Akhirnya formatur menetapkan Utsman sebagai Khalifah ketiga.

Berita Terkait : Adakah Konsep Imamah Dalam Islam? (1)

Dalam usia ke 12 pemerintahan Utsman, ia dibunuh oleh pemberontak, lalu kelompok pemberontak menunjuk Ali bin Abi Thalib sebagai penggantinya. Namun Ali menolak dikukuhkan oleh pemberontak dan Ali meminta sahabat Ahli Badr (sahabat utama Nabi yang pernah ikut dalam Perang Badr).

Akhirnya hadirlah tiga sahabat senior, yaitu Thalhah, Zubair, dan Sa’ad bin Ubadah. Ali kemudian disetujui oleh sahabat utama ini maka ditetapkanlah Ali sebagai Khalifah keempat ketika keadaan masih dalam keadaan tidak tenang karena tidak jelasnya siapa sebe-narnya kelompok pemberontak itu.

Mu’awiyah bin Abu Sufyan, keluarga Utsman dan gubernur Syiria menolak untuk membaiat Ali karena dua alasan. Tuntaskan dulu siapa pelaku pemberontak dan apa hukuman terhadap mereka yang telah membunuh Utsman.

Berita Terkait : Adakah Konsep Khilafah Dalam Islam? (2)

Alasan lainnya, penunjukan hanya segelintir orang tidak lagi memadai, mengingat dunia Islam sudah berkembang sedemikian luas, sehingga para gubernur pun seharusnya ikut menentukan khalifah.

Akhirnya Ali pun mati terbunuh.Sepeninggal Ali, maka kepemimpinan diambil alih oleh Muawiyah bin Abi Sufyan melalui kekuatan pedang. Selanjutnya ia membentuk sistem pemerintahan kerajaan yang suksesinya berlangsung secara turun temurun tanpa melalui proses musyawarah.

Demikian seterusnya sampai daulat Umayyah ditaklukkan oleh Daulat abbasyiah yang juga menganut sistem monarki. ***