Semar Mbangun Kerajaan Agung

DR Ki Rohmad Hadiwijoyo
DR Ki Rohmad Hadiwijoyo

RMco.id  Rakyat Merdeka - Fenomena munculnya kerajaan Agung sejagat di Purworejo Jawa Tengah dan Empire Bandung di Jawa Barat merupakan permasalahan sosial masyarakat yang disebabkan oleh berbagai faktor.

Masalah ekonomi merupakan faktor utama sehingga masyarakat bawah mudah diperdaya dengan iming-iming penghidupan yang lebih baik. Harapan akan datangnya Ratu Adil menjadi penghibur diri di tengah himpitan ekonomi yang semakin berat.

Di sisi lain minimnya pengetahuan tentang sejarah membuat masyarakat begitu mudah percaya dengan munculnya rajaraja baru secara nalar tidak masuk akal.

“Kalau memang Ratu Adil exist, lalu kapan datangnya, Mo?” celetuk Petruk sambil cengengesan. Romo semar enggan untuk menjawab. Semar hanya mesem dan menarik napas panjang menanggapi pertanyaan nyeleneh Petruk tersebut.

Romo semar menerawang ke zaman Mahabarata di mana semar mengambil inisiatif membangun Candi Sapta Argo sebagai awal gerakan reformasi mental untuk memperbaiki perilaku para Pandawa.

Berita Terkait : Saling ``Tampar`` Di Awal Tahun Tikus

Kocap kacarito, mental Satria Pandawa sedang hancur. Impian membangun kerajaan Amarta gemah ripah loh jinawe sirna. Para elite dan pemimpin Amarta seharusnya menjadi panutan, malah lebih mementingkan diri pribadi.

Perilaku suap dan jalan pintas untuk menduduki sebuah jabatan menjadi hal yang lumrah dipertontonkan kepada rakyat. Kerajaan amarta yang dibangun dengan darah dan air mata telah kehilangan roh untuk mensejahterakan rakyatnya. Anak-anak muda yang diharapkan menjadi penerus kepemimpinan Amarta terjerat berbagai masalah sosial seperti candu dan malas untuk bekerja.

Melihat keadaan Amarta semakin parah mendorong Semar sebagai pamong Satria Pandawa turun gunung. Arah yang lebih baik dan bertanggung jawab.

Semar pergi ke Padepokan Sapto Argo tempat leluhur para Pandawa bersemayam. Dengan membangun Candi Sapto Argo, Semar berharap, Pandawa teringat kembali momen perjuangan para pendahulunya.

Kembali ke asal muasal merupakan bagian dari strategi membangun kembali “jagat manusia” atau “jati diri”. Dengan memahami jati dirinya maka dengan mudah seseorang mengetahui kekuatan dan kelemahannya.

Berita Terkait : Strategi Setengah Hati Amerika

Rupanya niat baik Semar untuk membangun mental Pandawa di Sapta Arga diterjemahkan lain oleh para dewa di Khayangan. Narasi pembangkangan dan melawan kedudukan para dewa justru mencuat. Bethara guru sebagai tetungguling para dewa tidak bisa menerima apa yang dikerjakan Semar.

Para dewa beranggapan bahwa Semar menghimpun kekuatan untuk menandingi para dewa. Bethara guru murka dan mengirim para dewa untuk meng gagalkan rencana Semar.

Terjadilah silang pendapat dan argumentasi antara Semar dan para dewa. Setelah mendapat penjelasan rinci dari Semar, para dewa dapat memahami apa yang menkadi alasan Semar membangun candi Sapta Arga.

Akhirnya Bethara guru memberi dukungan kepada Semar. Baik buruknya mental satria Pandawa menjadi tanggung jawab Semar sebagai pamong Satria Utama. Tugas seorang pamong adalah mengingatkan kalau perilakunya menyimpang.

Hakekat membangun mental adalah membangun jati diri ke arah yang lebih baik dan bertanggung jawab. “Reformasi mental perlu dilanjutkan Mo untuk mencegah lahirnya raja dan ratu abalabal,” celetuk Petruk.

Berita Terkait : Normalisasi Vs Naturalisasi

“Yang jelas yang namanya Ratu adil tidak ada,” jawab Semar singkat. Narasi Ratu adil memang diciptakan kaum penjajah sebagai propaganda adu domba dengan rajaraja nusantara.

Di era sekarang, datangnya Ratu Adil merupakan pengharapan palsu (PHP) untuk menipu rakyat. Sama halnya dengan investasi bodong yang menjanjikan keuntungan besar dalam waktu singkat, ternyata malah merugikan rakyat. Perilaku investasi bodong yang sedang ramai saat ini merupakan pengejawatahan datangnya Ratu adil yang tidak adil. Oye. ***