Nasaruddin Umar
Nasaruddin Umar

RMco.id  Rakyat Merdeka - Ada kecenderungan di dalam masyarakat, tidak etis menyebut istilah mayoritas dan minoritas, apalagi yang berhubungan dengan agama. Seolah-olah orang yang suka mengangkat isu ini dianggap kelompok intoleran.

Akan tetapi, belakangan semakin sering dipersoalkan isu ini karena sudah menjadi asumsi umum bahwa kelmpok mayoritas agama tertentu memang secara kuantitatif mayoritas, tetapi secara kualitatif mereka minoritas.

Orang seperti Gus Dur pun menjelang akhir hayatnya juga pernah menyinggung hal ini. Setidaknya kepada penulis, ia pernah memberikan warning, hati-hati di masa akan datang karena kesenjangan ekonomi di dalam masyarakat bersentuhan dengan unsur agama.

Berita Terkait : Isu Mayoritas dan Minoritas (2)

Pertumbuhan ekonomi tidak berbanding lurus dengan populasi umat beragama. Penganut agama mayoritas akan merasa lebih tertekan, sementara kelompok agama minoritas tertentu akan menguasai perekonomian dari hulu ke hilir.

Hal ini akan menjadi isu yang sangat sensitif yang perlu dicermati. Fakta keberadaan kelompok mayori-tas-minoritas ini sesungguhnya memang tidak perlu menjadi materi perdebatan, karena keberadaan mayoritas dan monoritas bagian dari sunnatullah.

Al-Qur’an juga sejak awal mengingatkan umatnya untuk tidak menjadikan kedudukan mayoritas dan minoritas sebagai isu politik yang bisa melahirkan anarki kaum mayoritas dan tirani kaum minoritas.

Berita Terkait : Antara Ajaran Islam dan Budaya Arab (2)

Al-Qur’an tidak pernah memperkenalkan konsep mayoritas (aktsariyyah) dan minoritas (aqaliyyah) dalam arti pemberian otoritas mutlak kepada kaum mayoritas atau pemberian hak-hak istimewa kepada kaum minoritas.

Al-Qur’an memperkenalkan konsep Al-Musawa, yaitu persamaan kedudukan, hak dan kewajiban bagi segenap warga umat tanpa menekankan keberadaan mayoritas dan minoritas.

Memang ada sejumlah istilah yang digunakan dalam Al-Qur’an yang dapat diasosiasikan kepada eksistensi kelompok mayoritas dan minoritas, yaitu kata katsirah dan qalilah, seperti yang disebutkan dalam ayat: Kam min fiatin qalilah gulibat fiatin katsirah bi idzn Allah (Berapa banyak terjadi golongan yang sedikit dapat mengalahkan golongan yang banyak dengan izin Allah. ***