Isu-isu Islam Kontemporer (27)

Darurat Aborsi (3)

Nasaruddin Umar
Nasaruddin Umar

RMco.id  Rakyat Merdeka - Upaya menggugurkan benih janin pasca pembuahan termasuk dosa besar dan dapat dikenakan sanksi moral dan sanksi hukum, sebagaimana layaknya pembunuhan seorang bayi. Bahkan Paus Paulus pernah menyatakan bahwa kehidupan janin harus lebih diutamakan daripada kehidupan ibunya.

Aborsi dikenal ada dua macam, yaitu aborsi karena kecelakaan atau tidak disengaja (spontaneus abortion/ijhadl al-dzati) dan pengguguran yang dilakukan karena disengaja (provocatus abortus/ijhadl al-‘alaji.

Menurut istilah kedokteran, aborsi berarti pengakhiran kehamilan sebelum gestasi (28 minggu) atau sebelum bayi mencapai berat 1000 gram.

Berita Terkait : Isu Bid`ah

Imam Algazali mengartikan aborsi sebagai penghilangan nyawa yang sudah ada di dalam janin. Ia membagi dua fase keadaan janin, yaitu fase kehidupan yang belum teramati ditandai dengan adanya proses kehidupan secara diam-diam dan fase kehidupan yang sudah teramati, ketika ibu atau orang lain dapat mendeteksi tanda-tanda kehidupan bayi dalam kandungan.

Menurutnya, kedua fase tersebut harus dihormati dan dihargai sebagai suatu kehidupan.

Hal yang sama juga dikemukakan oleh Mahmud Syaltut bahwa kehidupan terjadi semenjak masa konsepsi, karena itu aborsi semenjak dari masa konsepsi tidak boleh dilakukan.

Berita Terkait : Darurat Aborsi (2)

Dalam Islam, praktek aborsi sangat tegas, melakukan tindakan aborsi sama dengan membunuh manusia normal. Menghilangkan nyawa manusia yang tak berdosa pasti dosanya akan lebih besar.

Dari uraian di atas menunjukkan bahwa agama manapun tidak ada yang membenarkan praktek aborsi.

Aborsi adalah kejahatan kemanusiaan, kejahatan sosial, dan kejahatan agama, yang tidak layak dilakukan oleh manusia beradab dan beragama.

Berita Terkait : Darurat Aborsi (1)

Mengingat praktek aborsi di tanah air sedemikian memprihatinkan, maka sebaiknya semua pihak mengangkat isu darurat aborsi, kalau perlu perang melawan preaktek aborsi illegal.

Aborsi bukan saja menjadi musuh setiap agama tetapi hukum dan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia juga, sudah sangat ketat. ***