Revitalisasi Taman Sriwedari

DR Ki Rohmad Hadiwijoyo
DR Ki Rohmad Hadiwijoyo

RMco.id  Rakyat Merdeka - Kocap kacarito, keberhasilan Raden Sumantri memboyong Dewi Citrawati putri dari kerajaan Magada membuat popularitasnya naik. Kesaktian Sumantri teruji dengan berhasilnya mengalahkan musuh-musuh Magada. Konon Sumantri diutus oleh Prabu Harjuna Sosrobahu untuk mengikuti sayembara memperebutkan Dewi Citrawati sebagai istri permaisuri sang prabu. Bagi Sumantri tugas tersebut tidaklah mudah. Karena sebelum memasuki arena sayembara, Sumantri harus dapat mengalahkan beberapa raja dan satria yang memiliki niat sama.

Keberadaan Sumatri semakin disegani elite politik kerajaan Maespati. Apalagi Sumantri dinobatkan sebagai panglima perang kerajaan. Kesaktian Sumantri hampir mengembangi Harjuna Sosrobahu. Keduanya sama-sama titisan Dewa Wisnu dewanya perang. Di mata kawulo Maespati, Sumantri semakin populer sebagai calon pengganti Prabu Harjuna Sosrobahu. Kesaktian dan ketampanan Sumantri sebagai modal dasar untuk berebut tiket calon pemimpin masa depan.

Berita Terkait : Wejangan Prabu Jayabaya

Posisi Sumantri di Maespati semakin bersinar. Hal ini membuat lawan-lawan  politik Sumantri tidak suka dan mencari kelemahannya. Beberapa project strategis di bawah kendali Sumantri. Di sisi lain, Harjuna tidak mau pusing lagi dengan masa depan kerajaan. Harjuna memilih sibuk memenuhi keinginan istrinya Dewi Citrawati. Salah satu permintaan Dewi Citrawati yaitu minta dibangunkan taman Sriwedari. Prabu Harjuna mempercayakan tugas pembangunan taman kepada Sumantri.

Sumantri pusing dengan permintaan Dewi Citrawati. Membangun taman Sriwedari mirip dengan taman milik para bidadari tidaklah mudah. Apalagi waktu pembangunannya terbatas. Dalam keadaan bimbang dan galau muncullah Sukasarana adik Sumantri. Sukasarana adalah anak Resi Suwandakni nomor dua dan buruk rupa. Walaupun berwujud buto bajang, Sukasarana sangat sakti. Maka begitu tahu Sumantri sedang kesusahan membangun taman Sriwedari, Sukasarana datang untuk membantu. Pembangunan taman dikerjakan siang dan malam. Sukasarana minta bantuan para jin untuk membangun taman tanpa harus merusak pepohonan yang ada.

Berita Terkait : Garuda Penangkal Virus

Taman Sriwedari berhasil dibangun sesuai waktu dan keinginan Dewi Citrawati. Akan tetapi di balik keberhasilan Sumantri membangun taman, muncul suara-suara miring terhadap kemampuannya. Keterlibatan Sukasarana dalam pembangunan taman Sriwedari dipermasalahkan. Musuh-musuh politik Sumantri menganggap Sumantri curang dan membohongi publik. Pembangunan taman Sriwedari harus disetop dan ditata ulang kembali. Sumantri dianggap tidak layak untuk menjadi pemimpin masa depan. Narasi kegagalan Sumantri dalam membangun taman Sriwedari menjadi pintu masuk menjatuhkan pamor Sumantri.

Pemilu masih jauh, tapi ributnya tiap hari, Mo,” celetuk Petruk membuyarkan lamunan Romo Semar tentang suksesi kerajaan Maespati. Sebetulnya Semar kurang tertarik untuk mengomentari kegaduhan elite politik yang terjadi saat ini. Pemilu baru saja selesai dan kita telah sepakat untuk mendukung pemerintah agar bisa memenuhi janji-janji kampanyenya. Apalagi kita sedang prihatin menghadapi lesunya perekonomian global akibat serangan epidemi virus corona. Laku “ambeg paramarta” yaitu mengedepankan skala prioritas untuk menghadapi tantangan zaman akan lebih bijaksana daripada kita ribut sendiri mencari jago. “Selain waktunya masih lama, kita bisa terjebak dalam pertentangan antar para elite politik. Pertarungan yang tidak produktif ibarat menanam ranjau politik dan bisa meledak setiap saat,” papar Romo Semar sambil ngeloyor pergi. Oye.