Isu-isu Islam Kontemporer (42)

Kedudukan Politik Nabi Muhammad (4)

Nasaruddin Umar
Nasaruddin Umar

RMco.id  Rakyat Merdeka - Para tokoh ini bersidang di teras Bani Sa‘─źdah, di luar kota Madinah. Pertemuan dengan mengedepankan ikatan primordial sesungguhnya tidak pernah lagi dilakukan Nabi karena itu merupakan tradisi jahiliah.

Dalam tradisi Arab pra Islam dikenal ada dewan suku berfungsi untuk membicarakan pergantian pimpinan yang meninggal.

Berita Terkait : Kedudukan Politik Nabi Muhammad (5)

Nabi semasa hidupnya selalu berusaha menghindari pertemuan yang berbasis etnik atau golongan, tetapi berusaha untuk mengedepankan pertemuan yang berbasis keumatan, yakni komunitas yang diikat oleh dasar keimanan.

Kelihatan sekali Nabi berusaha untuk menggantikan secara total sistem kabilah ke sistem ummah semasa hidupnya. Nabi memilih demikian karena resiko komunitas berbasis ummah lebih aman daripada komunitas berbasis kabilah atau suku.

Berita Terkait : Kedudukan Politik Nabi Muhammad (3)

Al-Qur’an sendiri dengan tegas memberikan dukungan terhadap sikap Nabi itu di dalam ayat: Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal mengenal. ***